Sebatang Kara Seumur Hidupnya, Nasir Dapat Perhatian Rumah Yatim

Rumah Yatim

Sejak kecil, Nasir (55) harus berjuang hidup seorang diri. Karena kedua orangtuanya telah meninggal dunia. Hingga di usia senjanya kini, Nasir belum mempunyai seorang istri. Ia hidup sebatang kara, tak bisa mengandalkan siapapun.

Saat ini, dirinya tinggal di sebuah cafe tempat ia bekerja, di Jl. Tanjung Harapan, Kel. Banjar Serasan, Kec. Pontianak Timur, Kota Pontianak. Ia bekerja sebagai pencuci piring.

“Bapak Nasir tidak punya tempat tinggal, jadi menumpang di cafe tersebut. Karena dia bekerja dari jam 10 pagi hingga 10 malam,” papar Kepala Cabang Rumah Yatim Pontianak, Rohim.

Ia mengatakan, upah yang diterima oleh Nasir tidak menentu. Hal itu tergantung pada pelanggan yang datang ke cafe tersebut. “Kadang 10 ribu, kadang tidak dibayar sama sekali jika tidak ada pelanggan,” tambahnya.

Melihat kondisi yang cukup memprihatinkan itu, Rumah Yatim Cabang Pontianak memberikan bantuan biaya hidup bagi Nasir, pada Rabu (18/11). Bantuan itu disalurkan guna membantu memenuhi kebutuhan hariannya.

“Meski bantuan yang diberikan tidak seberapa, namun harapannya bisa meringankan beban bapak Nasir,” ungkapnya.

Rohim berharap, bantuan yang diberikan bisa menjadi pelipur lara baginya. Walau seumur hidup dirinya sebatang kara, tapi masih ada yang peduli dan memerhatikannya. “Mudah-mudahan menjadi manfaat dan berkah,” tuturnya.

Jurnalis: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend