Sebatang Kara, Subiah Masih Harus Mengayuh Becak di Usia Senjanya

Sebatang Kara, Subiah Masih Harus Mengayuh Becak di Usia Senjanya

 

Di usia senjanya, Subiah hidup sebatang kara dan masih bekerja sebagai tukang becak. Hal itu ia lakukan agar bisa terus menyambung hidup. Setiap hari, ia harus mengayuh pedal becak melawan teriknya matahari, walau penghasilan yang didapat tidak seberapa.

Selain menarik becak, Subiah juga sempat berjualan kue keliling di Kel. panggung, Kec. Tegal Timur. Kini karena kondisi fisik yang melemah dan sering sakit-sakitan. Kini ia terpaksa harus bekerja keras dan hanya bisa mengharapkan belas kasihan para tetangga.

Menurut Kepala Cabang Rumah Yatim Tegal, Jajang Khoeruman, kondisi rumah Subiah pun memprihatinkan. “Rumah bu Subiah cuma dapur dan kamar saja, untuk keperluan MCK numpang di tetangga,” ungkapnya.

Sebetulnya, lanjut Jajang, Subiah mempunyai dua anak. Namun anaknya sudah pada menikah dan memilih hidup mandiri. Sehingga, Subiah harus berjuang hidup seorang diri. Sedangkan, suaminya sudah lama meninggal dunia.

Melihat kondisinya itu, Rumah Yatim Cabang Tegal memberikan bantuan sembako kepada Subiah, pada Jumat (26/6). Selain dirinya, ada ratusan lansia prasejahtera lain di Kecamatan Tegal Timur yang mendapat bantuan tersebut.

“Harapannya, semoga kondisi masyarakat di tengah wabah virus Covid-19 ini dapat terbantu, dan meringankan beban hidup mereka,” pungkas Jajang.

 

 

 

Penulis : Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend