Sepi Pembeli, Penjual Gerabah di Mataram Dapat Bantuan Sembako

Sepi Pembeli, Penjual Gerabah di Mataram Dapat Bantuan Sembako

 

Jumadil (51) setiap harinya harus memanggul dagangannya menggunakan satu lengannya, lantaran tangan kiri nya sakit stroke. Ia berkeliling menjual gerabah ke permukiman warga hingga jalanan di Lingkungan Ampenan, Kota Mataram. Sudah 16 tahun ini ia berjualan gerabah sebagai mata pencahariannya demi menafkahi keluarga.

Ia mengaku, penghasilannya menurun akhir-akhir ini akibat pandemi Covid-19 yang tengah merebak di Indonesia. Kebijakan social distancing dan work from home mengharuskan masyarakat untuk di rumah saja. Hal itu membuat masyarakat tak banyak beraktivitas di luar rumah. Oleh sebab itu, Jumadil merasa kehilangan pembelinya.

“Sekarang kadang ada yang beli, kadang tidak, karena banyak yang gak berkegiatan diluar, jadi gak banyak yang beli. Tapi saya tetap harus berjualan untuk menghidupi istri dan dua anak di rumah,” paparnya.

Guna membantu memenuhi kebutuhan Jumadil dan keluarga, Rumah Yatim Cabang Mataram NTB memberikan bantuan sembako, pada Kamis (9/4) lalu. Harapannya, bantuan ini dapat meringankan beban ekonominya ditengah pandemi corona.

“Alhamdulillah saya sangat bersyukur atas bantuan sembako dari Rumah Yatim ini, semoga kebaikannya dibalas oleh Allah,” kata Jumadil.

Pengurus Rumah Yatim Mataram, Salma Hasanah berharap, bantuan sembako ini bermanfaat bagi keluarga Jumadil di tengah pandemi. Harapannya, virus ini cepat berlalu dan masyarakat bisa hidup normal kembali.

 

 

 

 

Jurnalis: Anjar Martiana
Redaktur : Dila Nurfadila

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend