Sepuluh Tahun Idap Stroke, Marali Dapat Bantuan Rumah Yatim

Sudah hampir 10 tahun ia mengidap stroke. Usianya yang tidak lagi muda membuat Marali harus berjuang melawan penyakit tersebut. Saat ini ia hanya tinggal berdua dengan sang anak Muhammad Alman di Desa Sulung, Kecamatan Sejangkung, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.

Pemandangan yang nampak prihatin jelas terlihat dari bangunan rumah tidak permanen milik Marali. Kayu lapuk dengan atap asbes menjadi tempat berteduh yang paling nyaman dimiliki Marali.

Kepada relawan Rumah Yatim Pipin Nursopyan, Marali mengungkapkan kegembiraannya.
“Ia (Marali) sangat berterima kasih sekali,” ujar Pipin, saat diwawancarai jurnalis Rumah Yatim.

Pada kunjungannya Jumat (2/11) lalu, Pipin memberikan bantuan kepada Marali lewat program peduli sesama. Hal ini dilihat, sambung Pipin, karena kondisi keluarga tersebut sangat membutuhkan. Apalagi anaknya, Muhammad Alman, sedang menempuh pendidikan menengah pertama.

“Disalurkan karena keluarga tersebut sangat membutuhkan,” ujarnya.

Pada mulanya, sambung Pipin, dirinya mendapat informasi dari mantan kepala desa setempat terkait kondisi keluarga Marali. Dari sanalah, bersamaan dengan kegiatan kampung zakat, Pipin menyempatkan waktu untuk berkunjung. Mirisnya, kondisi stroke yang diidap Marali membuat dirinya tidak bisa bekerja dengan maksimal.

Selain bantuan peduli sesama, Rumah Yatim juga memberikan beasiswa dhuada kepada Muhammad Alman. Beasiswa ini untuk membantu dan meringankan kebutuhan pendidikan Alman.

Apalagi saat ini Alman duduk di bangku sekolah menengah pertama.
“Bantuan ini mudah-mudahan bisa meringankan beban mereka,” pungkasnya.

 

Jurnalis: Calam Rahmat

Redaktur: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend