Sering Perbaiki Alat Elektronik yang Rusak, Heri Dapat Julukan Profesor Cilik

Our Visitor

010615
Users Today : 210
Users Yesterday : 449
Users Last 7 days : 3714
Users Last 30 days : 10614
Users This Month : 9434
Users This Year : 10614
Total Users : 10615
Views Today : 316
Views Yesterday : 706
Views Last 7 days : 6788
Views Last 30 days : 18927
Views This Month : 16990
Views This Year : 18927
Total views : 18928
Who's Online : 2
Your IP Address : 35.173.57.84
Server Time : 2020-02-17
Sering Perbaiki Alat Elektronik yang Rusak, Heri Dapat Julukan Profesor Cilik

Ketika dua buah kipas di Asrama Rumah Yatim Mataram NTB dalam kondisi rusak, disitulah ada tangan mungil si profesor cilik yang siap merombak segala sesuatunya agar bisa berfungsi kembali. Dia adalah Heri, anak asuh Mataram yang tidak bisa tinggal diam bila melihat alat-alat elektronik dalam keadaan rusak.

Seperti yang dilakukannya pada Selasa (17/12) lalu, ia berhasil memperbaiki kipas yang rusak menjadi berfungsi kembali. “Kemarin kan kita lagi beres-beres asrama, ada kipas yang mati dan gak nyala. Akhirnya dia ambil dan dibenerin sendiri. Jadi lumayanlah dari pada beli, mendingan dibenerin dulu,” ungkap Salma Hasanah, Pengurus Asrama Rumah Yatim Mataram.

Ia menambahkan, Heri termasuk salah satu anak yang senang sekali mengumpulkan komponen-komponen alat elektronik. Di antaranya, kabel yang tidak terpakai, mesin sederhana yang telah rusak maupun yang lainnya. Lalu, ia rakit menjadi mainan sederhana yang bisa dimainkan oleh anak-anak.

Diusianya yang masih belia ini, ia sudah mampu merakitnya dengan teknik yang dipelajarinya sendiri layaknya seorang perakit handal. Bocah laki-laki yang kini duduk di bangku kelas 6 SD ini, adalah salah satu anak yang kreatif dan aktif.

Dari tingkah lakunya yang tidak bisa diam ini, ia mampu menciptakan karyanya sendiri. Tak heran ia sering mendapat julukan profesor elektronik cilik. “Jadi dia bisa ngakalinnya kalau ada alat yang gak nyala. Seperti ada kabel yang kebuang, sama dia diambil, nanti pulang sekolah sama dia dirakit, bisa jadilah mainan,” tutur Salma.

 

 
Jurnalis: Dila Nurfadila
Redaktur: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Powered by

Send this to a friend