Setelah Ditinggal Ayah, Kini Haikal Hidup Berdua Bersama Nenek

Setelah Ditinggal Ayah, Kini Haikal Hidup Berdua Bersama Nenek

Dua tahun yang lalu, tangis air mata menyelimuti wajah mungil Haikal Haryoni Purwawirawan saat melihat sang ayah dipanggil lebih dulu oleh Allah SWT. Saat itu usia Haikal baru menginjak 6 tahun, ia pun hanya bisa menangis melihat kepergian sang ayah.

Tak lama setelah itu, Ibunya memilih untuk menikah lagi bersama laki-laki pilihannya. Namun sejak saat itu Haikal memilih untuk tidak tinggal bersama Ibu dan Ayah tirinya. Ia lebih senang tinggal bersama Neneknya disebuah rumah petak sederhana.

Kini Haikal hidup berdua bersama Neneknya yang hanya bekerja sebagai pedagang kaki lima di sebuah rumah sepetak di Dusun Kuranji Dalang, Desa Perampuan, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat.

Meskipun ia memiliki seorang kakak, kini kakaknya sedang bekerja menjadi seorang TKI (Tenaga Kerja Indonesia) di luar negeri. Sehingga, untuk kebutuhan sehari-hari, Neneknya lah yang membantu Haikal. Dari penghasilannya yang tak seberapa itu, Neneknya membiayai sekolah Haikal dan merawat Haikal dengan penuh kasih sayang.

“Neneknya sudah sakit-sakitan tetapi masih tetap jualan keliling untuk biaya makan sehari-hari,” tutur Maria Ulfa, Relawan Rumah Yatim Cabang NTB.

Haikal yang kini baru duduk di bangku kelas 2 Sekolah Dasar miliki keinginan untuk menjadi seorang polisi. Menurut keterangan yang diperoleh Rumah Yatim, ia tergolong anak yang aktif, rajin, dan suka mengaji.

Haikal adalah salahsatu anak dari 400 anak yatim yang menerima bantuan ifthar yang disalurkan oleh Rumah Yatim Cabang NTB, Senin (18/5) kemarin. Hingga kini sedikitnya sebanyak 75 persen dari 50.000 paket bantuan ifthar dan sahur telah disalurkan Rumah Yatim di 20 provinsi di Indonesia.

 

 

 

Penulis: Tanti Ssugiharti

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend