Shofi Bersyukur Dapat Banyak Pengalaman di Rumah Yatim

Rumah Yatim hadir untuk memandirikan anak-anak asuhnya. Untuk memberikan kemandirian itu, maka ada beberapa program yang membentuk anak-anak untuk memiliki keahlian, baik soft skillnya maupun hard skillnya.

Salah satu anak asuh yang beruntung mendapatkan fasilitas tersebut adalah Shofiya Ammah Fajriani. Dia merupakan salah satu anak asuh Rumah Yatim Area Jawa Barat yang selalu bersemangat mengikuti kegiatan. Salah satunya kegiatan belajar menjahit dan design tekstil.

Pada kegiatan desain tekstil tersebut, Shofi menemukan bakatnya selama ini. Dia begitu menyukai kegiatan itu, hingga salah satu mentornya yakni Doddy K Permana yang sudah dia anggap kakeknya sendiri menjadi salah satu orang yang paling berjasa baginya. Karena tak hanya ilmu desain yang diberikan, Dodi pun mampu membuat Shofi menemukan bakat terpendamnya dan bakatnya pun dihargai secara langsung oleh Ridwan Kamil dan istrinya yang kala itu masih menjabat sebagai Wali Kota Bandung.

Ketekunannya dalam belajar tak hanya dalam ilmu desain saja, dia pun dapat membuktikan dalam nilai-nilai akademiknya yang selalu mendapat peringkat atas. Sehingga mengantarkannya kini menjadi salah satu mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) jurusan Pendidikan Kimia.

Dilahirkan dari keluarga sederhana dari pasangan Edi Nugroho dan Nur Fadillah yang memiliki banyak anak. Shofi, anak kedua menjadi anak yang kuat dan memiliki kemauan yang kuat. Awalnya terpaksa tunggal di Rumah Yatim, tapi setelah menjalankannya, Shofi merasa sangat bersyukur menjadi bagian dari keluarga besar Rumah Yatim.

“Rumah Yatim itu sudah kaya rezeki yang turun dari langsung dari langit, pokoknya bersyukur amat bersyukur,” ungkapnya.

Pengalaman berharga yang dia miliki. Selain ilmu dan pembentukan karakter bagi dirinya, Rumah Yatim pun mengajarkannya arti persahabatan. Masuk ke Rumah Yatim sejak SMP kelas 1 membuat dia memiliki banyak teman. Dia anak yang supel, yang sering membaur dengan teman-temannya. Dari sana dia pun bisa menganalisis karakter teman-temannya. Meski terkadang Shofi pun mengaku merasa tidak enak hati jika harus berurusan dengan teman-teman yang tak sejalan.

“Saya sangat bersyukur, kalau saya tidak ke Rumah Yatim, belum tentu saya mendapatkan pengalaman berharga ini,” tuturnya.

 

Jurnalis: Enuy Nurhayati

Redaktur: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend