SMP IT Bina Insan Unggul (BIU) rutin mengikutsertakan peserta didiknya dalam berbagai perlombaan yang digelar di sekolah maupun luar sekolah. Hal ini dilakukan untuk mengukur kemampuan anak, meningkatkan rasa percaya diri, meningkatkan jiwa kompetitif,   menambah wawasan, mendapatkan teman baru. Jika belum menang, mereka akan belajar dari para pemenang dan semakin termotivasi untuk meningkatkan kemampuannya.

Dikatakan Wakil Kepala Sekolah Bagian Kurikulum, Leni, pihak sekolah selalu memberikan kesempatan kepada siswa-siswa yang berpotensi untuk dapat mengikuti kompetisi atau lomba di berbagai bidang.

Sebelum melatih dan mengikutsertakan mereka lomba, pihak sekolah terlebih dahulu memberikan pemahaman kepada siswa jika dalam perlombaan pasti ada menang dan kalah.  Jika menang, mereka patut untuk bersyukur. Namun jangan pernah puas dengan hasil yang didapatkan, terus berusaha berjuang lebih giat lagi, jangan pernah lupakan proses perjuangan, dan selalu menjadi anak yang tawadhu (rendah hati).

Jika kalah, mereka pun mesti tetap bersyukur karena masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk mengikuti lomba, karena di setiap kompetisi selalu ada yang menang dan yang kalah. Namun sejatinya siapapun yang berani maju ia sudah menjadi pemenang, kekalahan bukan akhir dari segalanya. Sebab esok ada kemungkinan untuk menang, dan kekalahan bisa menjadi batu loncat untuk menjadi lebih baik.

“Alhamdulillah mereka selalu bersemangat jika diikutsertakan lomba,  katanya buat nambah pengalaman,  teman dan masih banyak lagi. Namun jika kalah, tentunya mereka merasa kecewa,  tapi kami kuatkan dengan memberikan mereka motivasi dan nasehat,” ungkap Leni, Selasa (20/11).

Ia pun mengatakan, jika pihak sekolah akan memberikan apresiasi atas kerja keras peserta didik yang mengikuti lomba,  terlepas dari menang ataupun kalah.  “Apapun hasilnya,  kami tetap bangga pada perjuangan dan keberanian mereka. Teruslah belajar, berlatih, berdoa dan jangan menyerah untuk mengukir prestasi, buatlah bangga keluarga,  sekolah, dan teman-teman,” pungkasnya.

 

Jurnalis: Sinta Guslia

Redaktur: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat