Sudah Seminggu, Warga Terdampak Banjir Di Masamba Masih Bertahan Di Posko Pengungsian

Sudah Seminggu, Warga Terdampak Banjir Di Masamba Masih Bertahan Di Posko Pengungsian

Sudah seminggu, warga terdampak banjir bandang yang menerjang Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, tinggal di posko pengungsian. Pasalnya sejak kejadian banjir yang terjadi pada Senin (13/7) malam lalu, hingga Rabu (22/7) air belum juga surut.

Menurut Manager Pemberdayaan Rumah Yatim, Deni Rustandi yang saat ini di lokasi kejadian menuturkan, hampir setiap malam air terus mengguyur kawasan tersebut. Sehingga air masih menggenangi rumah warga.

“Di lokasinya masih tinggi sedada orang dewasa, sekitar 1 meter lebih,” terangnya.

Bahkan, menurut Deni, saat tim Rumah Yatim hendak menuju ke lokasi posko pengungsian yang terletak di Desa Meli, tim terjebak banjir dan harus menunggu sampai pagi.

“Tadi malam kejebak banjir tidak bisa masuk lokasi, akhirnya putar balik tidur di Palopo. Kondisi kalau malam hari di jalan raya banjir, kalau siang hari surut,” imbuhnya.

Dengan demikian, kata Deni, sejak kejadian banjir hingga hari ini warga masih bertahan di posko pengungsian. Sebab air banjir dan intensitas hujan masih cukup tinggi, sehingga mereka masih belum berani untuk hanya sekadar melihat kondisi rumahnya.

“Kalau malam air masuk lagi. Makaya warga masih takut pulang ke rumah, kalau malam suka hujan jadi takut banjir. Hujannya deras, ditambah lumpur tadi malam jam 9 masuk rumah lagi,” tuturnya.

Menurut keterangan warga, banjir bandang ini merupakan kali pertama terjadi. Padahal biasanya banjir hanya sampai selutut mata kaki, bahkan itupun tidak pernah sampai masuk ke rumah warga. Akibat kejadian tersebut, kini warga membutuhkan kebutuhan sandang dan pangan.

“Untuk saat ini yang sangat dibutuhkan dalam pengadaan logistik seperti beras, makanan,” terang Deni.

Disamping itu, akibat banjir bandang listrik di Desa tersebut mati total. Untuk itu, selain membantu mencukupi kebutuhan sandang dan pangan, Rumah Yatim telah memberikan bantuan berupa mesin jenset.

“Kita baru beli jenset, karena listrik disini mati total. Kita untuk dua hari ini di desa ini dulu. Barangkali bagi temen-temen ada yang mau menitipkan bantuan ke Rumah Yatim untuk kita distribusikan bagi warga terdampak, silahkan menghubungi Rumah Yatim,” tandasnya.

 

Jurnalis: Tanti Sugiharti

Redaktur: Tanti Sugiharti

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend