Sudah Tak Bisa Bekerja, Awaludin Bersyukur Dapat Bantuan Sembako Rumah Yatim

Sudah Tak Bisa Bekerja, Awaludin Bersyukur Dapat Bantuan Sembako Rumah Yatim

 

Sudah tak bisa berjalan jauh, Awaludin (80) hanya diam di rumah setiap harinya. Bekerja pun sudah tak bisa lagi. Untuk memenuhi kebutuhan hariannya, ia mengandalkan satu orang cucu dan tetangganya.

Tinggal di sebuah rumah sederhana beralaskan tanah di Dusun Mertak Mas, Desa Kedaro, Kec. Sekotong, Kab. Lombok Barat, ia hanya hidup berdua bersama cucunya. Sang suami dan kelima anaknya sudah lama meninggal dunia.

Yang tersisa, hanya dua anak yang sudah menikah dan memilih hidup mandiri. “Cucunya bekerja sebagai buruh serabutan, terkadang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hariannya. Jadi nenek Awaludin mengandalkan sedekah dari tetangga,” ungkap Maria Ulfa, Relawan Rumah Yatim Cabang NTB.

Selain dari tetangga, Awaludin juga mengharapkan bantuan dari lembaga atau Pemerintah. Sebab, di usia senjanya, ia hanya bisa pasrah pada keadaan.

Ketika Rumah Yatim datang mengunjungi kediamannya, pada Rabu (24/6) untuk memberikan bantuan sembako, Awaludin sangat bersyukur. “Semoga Rumah Yatim semakin jaya, semakin bisa membantu kami yang tidak bisa bekerja,” kata Awaludin.

Selain dirinya, ada 75 lansia dan anak yatim lainnya yang mendapat bantuan serupa. Terhitung dari 2-24 Juni 2020, Rumah Yatim telah memberikan bantuan kepada 11.903 mustahik di 20 provinsi di Indonesia.

“Semoga sembako yang Rumah Yatim berilan bisa bermanfaat dan meringankan beban nenek Awaludin,” pungkas Ulfa.

 

 

 

Penulis : Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend