Sulit Berobat, Masyarakat Patenggeng Bersyukur Ada Layanan Kesehatan Gratis

Ketersediaan layanan kesehatan untuk masyarakat di pedesaan belum cukup memadai. Seperti yang dialami masyarakat di Dusun Patenggeng, Desa Margaluyu, Kabupaten Sumedang, sulit mendapat layanan kesehatan untuk berobat. Hal itu disebabkan karena lokasi permukiman dengan Puskesmas jaraknya 3 Km. Jarak tersebut dirasa cukup jauh bagi masyarakat, terlebih tidak ada akses angkutan umum menuju Puskesmas.

Kamis (14/3) lalu, puluhan masyarakat prasejahtera antusias dan bersyukur adanya layanan kesehatan dan pengobatan gratis yang diselenggarakan Rumah Yatim Area Jawa Barat. Relawan Rumah Yatim Solehudin menjelaskan, sulitnya mengakses layanan kesehatan di pedesaan membuat masyarakat setempat membiarkan rasa sakitnya. Apalagi jarak tempuh dan  minimnya biaya yang dimiliki untuk melakukan pengobatan.

“Di sana cuma ada ojek. Ada salah satu warga ketika dia mau maksain berobat karena udah parah, pulang pergi itu ongkosnya 50 ribu. Belum buat berobat dan lainnya. Jadi kalau udah parah penyakitnya, baru dibawa ke Puskesmas, itu juga maksain,” jelasnya.

Kondisi tersebut membawa keprihatinan bagi tim relawan. Sejumlah dokter, perawat dan apoteker telah disediakan untuk menangani permasalahan kesehatan masyarakat tersebut. Di layanan kesehatan ini mereka bisa berkonsultasi langsung terkait keluhan kesehatannya. Obat-obatan terbaik pun telah disediakan yang disesuaikan dengan resep dokter untuk berbagai penyakit.

Bukan hanya mendirikan posko kesehatan, tim medis Rumah Yatim juga turut mengunjungi beberapa rumah warga yang memiliki penyakit parah. Hal inj untuk diberi penanganan pengobatan oleh dokter dan apoteker secara langsung. Mayoritas yang mendapat pengobatan door to door ini adalah lansia yang sudah bertahun-tahun membiarkan penyakitnya.

Menurut informasi yang didapat tim Rumah Yatim, bantuan kesehatan ini baru pertama kalinya didapatkan warga. Ke depannya layanan kesehatan gratis ini akan lebih menjamah daerah pelosok. Hal ini dilakukan sebagai bentuk keprihatinan Rumah Yatim terhadap masyarakat yang tidak bisa memperoleh layanan kesehatan.

“Sangat memprihatinkan sekali kondisi di sana, makanya untuk kesehatan saya lebih menarik ke pedesaan dari pada di kota. Karena yang dirasakan masyarakat itu terasa manfaatnya,” pungkasnya.

 

Jurnalis: Dila Nurfadila

Redaktur: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend