Syariah dan Keluarga Berhasil Lolos dari Tsunami

Syariah Alwi merupakan salah satu korban gempa dan tsunami asal Kampung Nelayan, Kel. Talise Kec. Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah. Ia pun merupakan Ketua RT dan Ketua Majelis Ta’lim di Kampung Nelayan.

Kepada tim relawan Rumah Yatim, ia bercerita bahwa kejadian gempa bermula ketika ia dan keluarga akan melaksanakan shalat magrib di rumahnya. Tiba-tiba terjadi guncangan gempa besar yang membuat ia dan keempat anggota keluarganya terbanting-banting.

Saking besarnya kekuatan gempa, Syariah mengatakan, jika ia dan keluarga sampai tidak bisa berdiri. Mereka hanya  berlindung dengan memegang pintu dan saling berpelukan. Mereka semua panik, ketakutan, menangis dan tak hentinya mengucapkan takbir.

Ketika gempa berhenti, Syariah langsung menyuruh keluarganya untuk lari ke dataran tinggi. Ia takut akan terjadi tsunami dikarenakan gempa besar dan lokasi rumah mereka dekat dengan pantai.

“Gempa tersebut berjeda, ketika gempa berhenti saya langsung menyuruh keluarga untuk keluar rumah dan lari, saya pun menyuruh mereka untuk tidak menyelamatkan harta benda dikarenakan takut air akan segera naik,” ungkapnya, Senin (8/10).

Sekuat tenaga mereka berlari ke dataran tinggi lebih tepatnya ke lapangan golf yang bersebelahan dengan jalan Yosudarso. “Ketika kami berlari, gempa kembali mengguncang. Anak saya sempat terjatuh dan kesakitan, namun saya langsung menolongnya dan menyuruhnya terus berlari,” ujarnya.

Sesampainya di lapangan golf, ia bertemu dengan para warga lainnya. Namun di lokasi itu pun, ia melihat kampungnya hancur tersapu air laut, rumahnya pun hancur dan ia melihat banyak dari warga di kampungnya yang hanyut oleh air laut.

“Alhamdulillah kami selamat, tapi ada warga di wilayah kami yang terseret ombak. Kampung kami hancur, rumah kami pun sudah rata dengan tanah,” kata Syariah.

Sampai berita ini dimuat, lapangan golf tersebut digunakan sebagai tempat pengungsian korban tsunami dan gempa. Dengan fasilitas seadanya mereka kembali beraktivitas.

Meskipun mereka masih trauma dan berduka dengan kejadian gempa dan tsunami pada Jumat (28/9) lalu, namun mereka mencoba untuk tetap tersenyum dan kembali melakukan berbagai aktivitas.

“Kami sangat senang sekali karena ada tim relawan Rumah Yatim yang datang ke pengungsian dan memberikan kami motivasi dan berbagai bantuan. Kami merasa sangat terbantu,” ujar Syariah.

Ia pun mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Indonesia yang telah berdonasi ke Rumah Yatim. Ia berdoa semoga tim relawan Rumah Yatim dan para donatur diberikan kesehatan dan kelancaran rezeki agar bisa terus membantu mereka sampai kondisi Palu dan sekitarnya pulih.

 

Jurnalis: Sinta Guslia

Redaktur: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend