Tak Ada HP Untuk Sekolah Online, Safitri Dan Adiknya Tetap Semangat Ikuti PJJ

Tak Ada HP Untuk Sekolah Online, Safitri Dan Adiknya Tetap Semangat Ikuti PJJ

Sebagai bentuk dukungan Rumah Yatim dalam bidang pendidikan, Rumah Yatim terus masif menyalurkan bantuan ke berbagai anak-anak di seluruh pelosok Indonesia. Baik itu melalui program beasiswa dhuafa, maupun program perlengkapan sekolah.

Meski saat ini anak-anak melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau secara daring, namun di luar sana banyak sekali anak-anak yang kesulitan dalam memenuhi biaya pendidikan, contohnya tidak memiliki sarana penunjang untuk belajar online.

Salah satunya, Safitri seorang siswa kelas 5 SD warga Jalan Beringin, Kelurahan Tambolo, Kecamatan Sumba Opu, Kabupaten Gowa ini tidak memiliki sarana penunjang seperti HP untuk kegiatan belajar secara online.

Tak ada satupun HP yang mereka miliki, sehingga membuat Safitri beserta ke 4 saudaranya terpaksa harus meminjam HP kepada guru dan tetangga untuk mengikuti pembelajaran jarak jauh. Namun meski demikian, hal itu tak menyurutkan semangat Safitri untuk terus menimba ilmu.

Menurut keterangan Kepala Cabang Rumah Yatim Makassar, Windi Suwandi, diketahui ayah dari Safitri merupakan seorang pekerja penyapu jalan di Dinas Kebersihan. Penghasilan yang ia dapat hanya 1 juta/bulan, dan itupun ia gunakan untuk membayar biaya sewa kontrakan dan makan sehari-hari.

“Dia 7 bersaudara, satunya meninggal, satunya di asuh sama orang lain. 5 tinggal sama orang tuanya. Gajihnya 1 juta/bulan. Untuk kontrakan 400 ribu dan sisanya 600 ribu untuk makan,” tuturnya.

Bahkan, kata Windi, dalam sehari mereka hanya mampu untuk membeli beras satu liter untuk makan satu keluarga. Bahkan seringkali tak ada lauk pauk yang enak dan bergizi yang bisa mereka makan.

“Itupun tidak cukup untuk bareng-bareng, dan untuk beli lauk pauk aja tidak ada, jadi mereka suka di kasih sama tetangga. Jadi tidak ada biaya untuk pendidikan anak-anaknya,” terangnya.

Atas kondisinya itu, Rumah Yatim Cabang Makassar memberinya bantuan beasiswa dhuafa kepada Safitri. Selain dia dan saudaranya, Rumah Yatim juga memberikan kepada 18 anak dhuafa lainnya yang bernasib sama, Kamis (30/7).

Melalui bantuan tersebut, Rumah Yatim berharap sedikitnya bisa membantu meringankan keperluan pendidikan mereka, serta memberi semangat untuk anak-anak.

 

Jurnalis: Tanti Sugiharti

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend