Tak Bergantung Pada Anak, Khotimah Tinggal dan Berjuang Hidup Sendiri

Mempunyai sembilan orang anak, tak membuat Khotimah (60) bergantung pada mereka. Di usia senjanya, ia berjuang hidup seorang diri di Jl. Parit Harapan Setya RT 12 RW 06 Dusun Tiga, Desa Sungai Asam, Kec. Sungai Raya, Kab. Kuburaya.

Suaminya, diketahui sudah meninggal dunia sejak delapan tahun yang lalu. Sedangkan, kesembilan anaknya memilih hidup mandiri dan terpisah dari Khotimah.

Pekerjaan sehari-hari yang dilakukan Khotimah adalah menjadi petani karet. Dari hasil menorehnya itu, ia mendapat upah sekitar 10 hingga 15 ribu rupiah setiap harinya.

“Ibu Khotimah ini bekerja dari pukul 5 subuh sampai pukul 8 pagi, namun jika hujan turun ia tidak bisa bekerja,” ungkap Abdurrohim, Kepala Cabang Rumah Yatim Pontianak.

Berjuang hidup sendirian tidaklah mudah. Namun, Khotimah tidak punya pilihan lain. “Anak-anaknya hanya sesekali saja menengok, karena hidup mereka juga bisa dibilang pas-pasan,” tambahnya.

Oleh karena itu, Rumah Yatim Cabang Pontianak memberikan bantuan bahan pokok bagi Khotimah. Bantuan ini diberikan guna membantu memenuhi kebutuhan hariannya.

“Saat Rumah Yatim datang berkunjung ke rumahnya, Alhamdulillah ibu Khotimah sangat senang dan bersyukur ada yang perhatian padanya,” jelas Abdurrohim.

Ia berharap, bantuan ini dapat bermanfaat serta meringankan beban ekonominya. “Harapannya ibu Khotimah tidak pernah lelah berjuang, semoga Rumah Yatim bisa memberikan bantuan lagi,” tandasnya.

Jurnalis: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Send this to a friend