Tak Pernah Lihat Sosok Ayah, Abdulrohim Tetap Semangat Jalani Hidup

Tak Pernah LIhat Sosok Ayah, Abdulrohim Tetap Semangat Jalani Hidup

Abdulrohim tak pernah melihat sosok ayah seumur hidupnya. Saat ia masih dalam kandungan, sang ayah meninggal dunia. Anak bungsu dari empat bersaudara itu harus menyandang status yatim sejak lahir. Beruntungnya, sang ibu beserta ketiga kakaknya selalu ada di sisinya hingga kini. Mereka hidup belima di sebuah rumah sederhana di Jalan Raya Margasari RT 01 RW 04 Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal.

Semenjak sepeninggalan ayahnya, sang ibu harus menjadi tulang punggung keluarga. Ibunya meneruskan pekerjaan sang ayah sebagai tukang service jam.

“Ibunya bekerja sebagai tukang service jam di pinggir jalan, penghasilan yang didapat hanya 20 hingga 30 ribu rupiah perhari,” ungkap Jajang Khoeruman, Kepala Cabang Rumah Yatim Tegal, Selasa (23/6).

Penghasilan yang didapat tersebut, kata dia, harus mencukupi kebutuhan hidup keempat anaknya. Walau terkadang memang tidak cukup, namun mereka tetap bersyukur setiap harinya. Meskipun dalam kondisi serba kekurangan, tambah Jajang, Abdulrohim sebagai anak bungsu tak pernah patah semangat dalam belajar. Siswa Kelas 6 sekolah dasar itu cukup aktif di sekolahnya.

Sebagai bentuk memberi semangat dan dukungan kepada Abdulrohim, Rumah Yatim Cabang Tegal memberikan beasiswa dhuafa, pada Selasa (23/6). Selain dirinya, ada puluhan anak lain yang mendapat bantuan serupa. Jajang berharap, beasiswa yang diberikan Rumah Yatim ini bisa menunjang pendidikan mereka. “Mudah-mudahan bisa meringankan beban orangtua dan anak-anak semakin giat belajar,” tutupnya.

Rumah Yatim terus bergerak memberikan bantuan bagi masyarakat dan anak yatim dhuafa hingga ke pelosok desa. Terhitung dari 2 hingga 24 Juni 2020, tercatat sebanyak 11.853 mustahik yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia telah mendapat bantuan dari Rumah Yatim.

 

 

 

Penulis: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend