Tak Punya Keturunan, Mak Imun Berjuang Hidup Sebatangkara

Bangunan tua dan lapuk itu menjadi tempat berteduhnya. Bilik bambu dan lantai kayu menjadi saksi perjuangannya untuk hidup seorang diri. Imun (95), lansia prasejahtera hidup tinggal di Kelurahan Pasirjati, Kecamatan Ujung Berung, Kota Bandung.

Mak Imun, biasa ia disapa oleh warga sekitar dan para tetangganya. Ia merupakan lansia yang hidup dengan kondisi yang sangat memprihatinkan. Rumah tua bilik bambu yang berukuran hanya enam meter persegi menjadi istananya. Ditambah lagi, Mak Imun saat ini sering mengalami sakit-sakitan.

“Memang tidak mempunyai keturunan, beliau sendiri di rumah itu,” papar Deni.

Rustandi, relawan Rumah Yatim.
Bercerita dan bersua, Mak Imun menyampaikan kegelisahannya. Bahkan di rumah sangat sempit itu, ia harus mengerjakan semuanya. Berbaring dengan alas lantai kayu dan sebuah karpet tipis.

Di usianya yang hampir menginjak satu abad tersebut ia harus berjuang untuk bertahan. Tongkat kayu kecil yang saat ini setia menemani langkahnya dengan tertatih. Bahkan, menurut Deni, Mak Imun hanya mengandalkan pemberian tetangga untuk makan.

“Kondisinya sangat memprihatinkan, dan mengerjakan segala sesuatu sendiri. Ia juga sedang sakit,” ungkapnya.

Kunjungan di hari kemarin juga, Deni bersama relawan Rumah Yatim lainnya memberikan bantuan paket sembako. Tidak banyak, kata Deni, akan tetapi bisa menjadi kegembiraan bagi Mak Imun. Bantuan sembako tersebut, diharapkan bisa menyambung hidup Mak Imun di tengah kekurangannya.

“Tidur, makan, dan aktivitas lainnya di ruangan tersebut. Semoga bantuan dari kita bisa membantu,” kata Deni.

 

Jurnalis: Calam Rahmat

Redaktur: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend