Tambah Wawasan dan Bentuk Karakter, Anak Asuh Cemara Belajar Sejarah Kenabian

Mengenal sejarah merupakan bagian dari sebuah pembelajaran yang harus digali. Lewat sejarah, semua orang bisa paham makna dan teladan yang terkandung di setiap alur ceritanya. Hal inilah yang dijalani oleh anak asuh Asrama Rumah Yatim Cemara, Jalan Cemara No. 23, Pasteur, Sukajadi, Kota Bandung. Kegiatan rutin ini biasanya dijalani anak asuh pada jadwal tertentu.

Menurut pemaparan Kepala Asrama Cemara, Safitri, kegiatan rutin menggali sejarah dan mempelajarinya ini, menjadi salah satu cara membentuk karakter kemandirian serta berani. Karena, setiap anak asuh mencari sendiri bahan materi dan sejarah yang akan dibawakannya. Secara tidak langsung juga, kata Safitri, kegiatan ini berhasil menambah pengetahuan dan pembiasaan membaca bagi anak.

“Bahkan cerita-cerita pun mereka mencari sumber ilmu sendiri hingga mereka mandiri dalam menambah wawasan,” ujarnya, kepada jurnalis Rumah Yatim, Kamis (26/7).

Pembiasaan yang diterapkan Asrama Cemara ini juga membentuk karakter anak yang lebih berani. Bahkan, di sela-sela diskusi dan pemaparan sejarah kenabian tersebut, anak asuh saling melempar argument dengan dasar literasi yang sudah dikuasai sebelumnya. Satu sama lain juga bisa memberikan masukan dan koreksi jika ada kekeliruan dalam setiap bahasannya.

“Mulai dari anak bisa berargumen. Bisa menambah wawasannya serta bisa mengambil pelajaran dari cerita-cerita tersebut,” paparnya.

Setiap harinya, di Asrama Cemara memiliki jadwal yang berbeda. Untuk kegiatan siroh nabawiyah, biasanya dilaksanakan pada Selasa malam. Setiap anak juga diharuskan memberikan cerita secara bergantian satu sama lain. Agar, anak asuh bisa memberanikan diri dalam berbicara di depan umum.

“Alhamdulillah kegiatan ini adalah kegiatan yang diadakan oleh anak-anak,” jelasnya.

Reporter: Calam Rahmat
Redaktur: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend