Tanpa Kedua Orangtua, Farkhan dan Fatma Putus Sekolah dan Berjuang Hidupi Sang Nenek

Farkhan (17) dan Fatma (9) merupakan kakak beradik yang setiap harinya merawat sang nenek yang berusia 75 tahun. Diketahui, sang ayah telah meninggal, sedangkan sang ibu pergi merantau.

Hal itu membuat keduanya harus banting tulang untuk sekedar memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. Keadaan ekonomi juga memaksa mereka untuk putus sekolah.

Farkhan yang seharusnya berada di bangku kelas 2 SMK ini bekerja sebagai buruh cat. Penghasilan yang didapat sekitar 25 ribu rupiah dalam sehari. “Itupun tidak setiap hari, jika ada yang memanggilnya saja,” ujar Kepala Cabang Rumah Yatim Tegal, Jajang Khoeruman.

Sedangkan, Fatma seharusnya duduk di bangku sekolah dasar. Namun, ia harus menggantikan ibunya membereskan pekerjaan rumah tangga dan menjaga nenek di rumah.

Jajang mengatakan, miris sekali melihat keadaan kakak beradik ini yang harus berjuang bertahan hidup di usia belianya. Oleh karena itu, Rumah Yatim Cabang Tegal memberikan bantuan biaya hidup dan sembako di kediamannya di Desa Kepandean, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal.

Bantuan itu diberikan guna membantu memenuhi kebutuhan harian Farkhan dan Fatma. Harapannya, kata Jajang, dengan bantuan ini bisa meringankan beban mereka.

“Mudah-mudahan bantuannya bermanfaat dan bisa menambah semangat mereka, semoga kelak mereka bisa sekolah lagi,” tuturnya.

Jurnalis: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Send this to a friend