Tanpa Sosok Ayah dan Keterbatasan, Fahdil Tetap Semangat Jalani pendidikan

Tanpa Sosok Ayah dan Keterbatasan, Fahdil Tetap Semangat Jalani pendidikan

 

Sejak dua bulan lalu, Muhammad Fahdil Aqil (9) ditinggal mendiang ayahnya. Kini, anak tunggal itu hanya punya sang ibu yang senantiasa membesarkannya. Saat ini ia hidup berdua di sebuah rumah kontrakan di Jalan Melati No.10, Dusun Seulanga, Kampung Keuramat, Kec. Kuta Alam, Banda Aceh.

Setiap harinya sang ibu harus banting tulang demi menghidupi Fahdil. Ibunya bekerja sebagai asisten rumah tangga dengan penghasilan sekitar 30 ribu rupiah dalam sehari.

“Pekerjaan ibunya mencuci dan menggosok pakaian, juga menjaga bayi orang lain,” ungkap Kepala Cabang Rumah Yatim Aceh, Sodikin.

Walau hidup dalam keterbatasan, Fahdil dan ibunda tetap menjalani hari dengan banyak bersyukur. Siswa kelas 3 Sekolah Dasar itu cukup rajin belajar dan mengaji. Saat ini, Fahdil masih terus belajar Iqra.

“Dia rajin belajar Iqra dan menamatkannya, agar bisa segera lancar membaca Alquran,” paparnya.

Melihat kondisi itu, Rumah Yatim Cabang Aceh memberikan bantuan berupa beasiswa bagi Fahdil, pada Kamis (25/6). Harapannya, dengan bantuan tersebut daoat memenuhi kebutuhan pendidikannya.

“Senang dan bersyukur, Alhamdulillah dapat beasiswa. Semoga Rumah Yatim sukses dan lebih banyak orang yang dapat bantuan,” kata anak yang bercita-cita sebagai peman sepakbola itu.

Selain Fahdil, ada 80 anak lainnya di Desa Lambaro Skep dan Keuramat, Kec. Kuta Alam, Banda Aceh yang menerima beasiswa dhuafa. Terhitung dari 3-26 Juni 2020, Rumah Yatim sudah memberikan bantuan kepada sekitar 12.000 mustahik yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

 

 

 

 

Penulis : Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend