Tegar Ingin Jadi Ustadz Agar Bisa Membawa Kedua Orang Tua Ke Surga

Tegar Ingin Jadi Ustadz Agar Bisa Membawa Kedua Orang Tua Ke Surga

 

Di penghujung Ramadhan, banyak masyarakat yang hidup dibawah garis kemiskinan tidak bisa menyiapkan diri untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri 1441 H. Mulai dari membeli kue, baju, dan makanan lainnya. Seperti yang dirasakan oleh Tegar dan keluarga.

Tegar Pratama merupakan salah satu anak yatim yang hidup dalam segala keterbatasan. Sejak ayahnya meninggal pada dua tahun silam, kini kondisi perekonomian keluarganya semakin sulit. Pasalnya, Ibunya hanya bekerja sebagai buruh cuci yang penghasilannya tidak seberapa. Jadi jangankan menyiapkan hidangan untuk lebaran, untuk makan sehari-hari saja sulit.

Sama seperti namanya, di usianya yang baru sepuluh tahun, ia merupakan seorang anak yang cukup tegar. Meskipun hidup dalam keterbatasan, namun hal itu tak menyurutkan semangatnya untuk meraih mimpi menjadi seorang Ustadz.

“Dia ikut kegiatan tahfidz Quran, sebab dia ingin menjadi seorang ustadz karena ingin menyelamatkan kedua orangtuanya di akhirat nanti,” tutur Relawam Rumah Yatim Cabang Sumut, Ibnu.

Saat ini Tegar hidup bersama Ibu, Kakak, dan Neneknya di sebuah bangunan kecil yang berlokasi di Jalan Sei Asahan, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, Sumatera Utara.

Berkat uluran tangan para dermawan, Tegar dan Keluarga akhirnya bisa merayakan Hari Raya Idul Fitri 1441 H. Selain Tegar, pada Jumat (22/5) kemarin, Rumah Yatim Cabang Sumut juga membagikan parcel lebaran kepada 35 anak yatim lainnya di Kecamatan Medan Sunggal.

 

 

Penulis : Tanti Sugiharti

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Send this to a friend