Terbaring Lemah, Murni Harus Berjuang Melawan Tumor

Terbaring Lemah, Murni Harus Berjuang Melawan Tumor

Menderita tumor di perut, Murni (62), hanya bisa terbaring lemah dan tak berdaya di kasurnya. Tak ada lagi aktivitas yang bisa Murni kerjakan layaknya ibu rumah tangga pada umumnya. Sudah sejak empat bulan lalu, warga Desa Berangas, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan itu menderita tumor. Tubuh kurus dan kulit keriputnya menjadi bukti, Ia berjuang melawan sakitnya tumor di perut.

“Semakin hari perut Ibu Murni semakin membesar. Saking sakitnya, Ibu Murni kadang jatuh pingsan,” terang Lingga, Relawan Rumah Yatim area Kalimantan Selatan, Senin (30/6).

Murni memang tak hidup sendiri. Ia tinggal bersama suaminya Anang (76), dan satu anaknya Sakrani (15). Akan tetapi, Anang yang bekerja sebagai pemetik buah mangga tak memiliki penghasilan tetap. Dalam sehari, penghasilan paling banyak yang bisa Anang dapatkan hanya sebesar Rp 20.000. Terkadang, laki-laki paruh baya tersebut harus gigit jari karena sama sekali tidak mendapatkan penghasilan.

Diantara sakit yang dialami sang Istri dan juga himpitan ekonomi, mirisnya keluarga Anang tak mendapatkan bantuan dari pemerintah setempat, padahal tengah dalam kondisi pandemi Covid-19.

“Untuk makan sehari-hari kadang Ibu Murni terpaksa berutang kepada tetangga untuk bisa melanjutkan kehidupan,” tutur Lingga.

Beruntung, Murni dan Anang memiliki anak yang sangat berbakti kepada orang tua. Selain rajin bersekolah, Sakrani yang saat ini duduk di bangku Kelas 1 SMA selalu berupaya mencari cara agar sang ibu bisa sembuh dari penyakitnya.

“Sakrani rela menghabiskan waktunya untuk mengurus dan merawat ibunya. Sakrani seorang diri mengurus berkas-berkas agar ibunya bisa dioperasi tanpa biaya,” terangnya.

Prihatin dengan sakit yang diderita Murni, Rumah Yatim Area Kalimantan memberikan bantuan. Murni pun tampak senang dan menghaturkan terima kasih atas perhatian dan kepedulian bagi keluarganya.

“Semoga Ibu Murni dihilangkan segala penyakitnya. Aamiin,” tutup Lingga.

 

 

 

Penulis: Tanti Sugiharti

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend