Terbatas Air Bersih, Sarana Air Bersih Dibuatkan untuk Ponpes Salafi Al-Inayah

Terbatas Air Bersih, Sarana Air Bersih Dibuatkan untuk Ponpes Salafi Al-Inayah

Keterbatasan air bersih di Pondok Pesantren Salafi Al-Inayah, Desa Cikeusik, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Banten, sangat dirasakan oleh puluhan santri yang bermukim di Ponpes tersebut. Hal ini menjalar dengan terganggunya sejumlah aktivitas yang ada di Ponpes.

Hal itu disampaikan Relawan Rumah Yatim Jabodetabek Ali Ridwan saat berkunjung ke Ponpes Salafi Al Inayas, Rabu (19/2) lalu. Air bersih belum ada untuk kegiatan para santri. Sehari hari, para santri harus berjalan kaki sejauh 1,5 kilometer untuk menuju sumber air yang ada di wilayah tersebut.

Namun, tidak sedikit dari santri harus rela mengantri karena sumber air tersebut digunakan pula oleh masyarakat umum. Hal ini menyebabkan sangat menghambat aktivitas di Ponpes.

“Di Ponpes tinggal 30 santri, dan setiap hari harus jalan ke sumber air dan ngantri lagi sampe disana,” ucapnya.

Malihat kondisi tersebut, sambung Ali, ia bersama relawan Rumah Yatim Jabodetabek berinisiatif membuatkan sarana air bersih. Hal itu agar aktivitas para santri bisa berjalan dengan baik.

“Tujuan utama untuk memenuhi kebutuhan air seperti MCK (Mandi, Cuci, Kakus) dan tempat wudhu para santri,” ungkapnya

Pengerjaan pengeboran air ini ditargetkan akan rampung dalam satu pekan terhitung mulai dari Rabu (19/2). Agar para santri bisa semangat dalam menjalankan kegiatan. Selain itu, untuk menjaga kondisi kesehatannya.

 

 

 

Jurnalis : Calam Rahmat
Redaktur : Dila Nurfadila

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Powered by

Send this to a friend