Terdampak Pandemi, Ratusan Paket Sembako Rumah Yatim Diterima Warga Desa Purwodadi

Terdampak Pandemi, Ratusan Paket Sembako Rumah Yatim Diterima Warga Desa Purwodadi

Sejak pandemi Covid-19 berlangsung, belum ada satupun yayasan yang memberikan bantuan bagi warga di Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, Gunungkidul, Yogyakarta. Padahal jika dilihat dari segi ekonomi, mereka turut merasakan dampak dari wabah Covid-19.

Hal itu diungkapkan oleh kepala lurah Desa Purwodadi, Sagiyanto. Menurut dia, warga di desa tersebut tergolong kurang mampu. Pasalnya sebgian besar dari mereka hanya berpenghasilan dari bertani dan buruh tani, dan kini pendapatan mereka semakin menurun.

Atas kondisi itulah, Rumah Yatim Cabang Yogyakarta memberikan bantuan paket sembako beserta pakaian layak kepada ratusan warga di Desa Purwodadi, Minggu (9/8) kemarin.

“Bantuan ini sangat bermanfaat bagi warga desa, karena dimasa pandemi seperti sekarang ini aktifitas sosial ekonomi sangat terbatas, sehingga warga kesusahan untuk menjual hasil panennya,” kata Lurah Desa Purwodadi itu.

Ia mewakili warga setempat begitu bersyukur atas bantuan yang disalurkan oleh Rumah Yatim Cabang Yogyakarta. Bahkan dirinya berharap Rumah Yatim bisa terus bersinergi untuk memberikan bantuan lanjutan. Pasalnya, kata dia, masih banyak warga di dusun lainnya yang belum menerima bantuan.

Sementara itu, salah satu tim pemberdayaan Rumah Yatim Cabang Yogyakarta, Sigit menjelaskan, sebanyak 300 warga telah menerima bantuan tersebut. Jarak yang cukup jauh membuat Rumah Yatim sedikit kesulitan untuk menyalurkan bantuan.

“Sementara baru mencakup 4 dusun, karena pertimbangan jumlahnya terbatas dan jarak antar dusun yang jauh, jadi baru dusun sekitar balai desa,” tutur Sigit.

Untuk menempuh perjalanan ke sana, kata dia, Rumah Yatim harus menempuh perjalanan sejauh 77 KM. Sebab lokasi desa berada di pinggir pantai Gunungkidul.

Lebih jauh Sigit menjelaskan, Rumah Yatim tetap menerapkan aturan pemerintah dalam menyalurkan bantuan, yaitu tidak membuat kerumunan. Sebab pada saat penyaluran warga yang datang di atur waktunya, sehingga tidak terjadi penumpukan.

“Semoga bisa sedikit membantu meringankan kesulitan yang dialami oleh masyarakat desa tersebut,” tutup Sigit.

 

 

Jurnalis: Tanti Sugiharti

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend