Terhalang Biaya, Farhan Penderita Hidrosefalus Belum Bisa Berobat

Terhalang Biaya, Farhan Penderita Hidrosefalus Belum Bisa Berobat

Nuraeni (22), seorang ibu dua anak itu menangis ketika ditemui Relawan Rumah Yatim Cabang Tegal di rumahnya, Jalan Imam Bonjol, Tegal, Senin (29/6). Pasalnya, ia tidak bisa memeriksakan anak keduanya yang menderita hidrosefalus ke rumah sakit. Kondisi yang serba kekurangan, membuat Nuraeni sedih dan bingung.

Ialah Farhan Afrizal Raharjo, bayi berusia satu tahun empat bulan yang divonis menderita hidrosefalus sejak usia tiga bulan. Namun, hingga kini belum ada upaya pengobatan yang masif. Hal itu karena keluarga Nuraeni belum terdaftar BPJS gratis. Kondisi ekonomi pula menjadi hambatan

Relawan Rumah Yatim Tegal, Hera mengatakan, saat Farhan usia tiga bulan ukuran kepala sedikit berbeda dari anak seusinya. Farhan juga kerap menangis dan ada beberapa bagian badan Farhan yang nyeri. Setelah diperiksakan ke dokter, Farhan didiagnosa mengalami tanda-tanda hidrosefalus.

Hingga akhirnya, kata dia, dilakukan  Computed Tomography (CT) Scan di salah satu rumah sakit di Tegal. Hasil pemeriksaan tersebut membernarkan Farhan mengidap hidrosefalus. Sejak saat itu, kelaurga Farhan hanya bisa pasrah karena kendala ekonomi. Bahkan, Farhan saat ini kesulitan tengkurap dan belum bisa duduk.

“Ya ternyata benar, Farhan mengidap penyakit hidrosefalus, tapi sejak saat itu belum dilakukan pemeriksaan lagi karena terkendala biaya,” ungkap Hera.

Ia menambahkan, suami Nuraeni, Slamet Raharjo (35) hanya bekerja sebagai buruh serabutan. Penghasilan yang didapat tidak menentu. Apalagi di tengah pandemi seperti ini terkadang tidak ada pekerjaan. Bahkan, jika mendapatkan pekerjaan suamianya hanya mendapatkan 50 ribu dalam sehari.

“Akhirnya nenek Farhan yang membantu menafkahi lewat berjualan ikan cupang.

Melihat kondisi itu, Rumah Yatim Cabang Tegal memberikan bantuan sembako untuk membantu memenuhi kebutuhan Farhan dan kelaurga. Selain itu, Rumah Yatim juga membantu dalam proses pembuatan BPJS dan Kartu Indonesia Sehat. Agar Farhan segera melakukan pengobatan ke rumah sakit.

“Insyaallah Rumah Yatim juga akan terus memantau kondisi kesehatan Farhan, dan membantunya sebisa mungkin,” tutup Hera, lewat sambungan telepon.

 

 

 

Penulis: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend