Tiga SD di Kulonprogo Terima Seragam Sekolah Baru

Sebanyak 150 siswa kurang mampu di SD Muhammadiyah Kec. Girimulyo Kab. Kulonprogo, SD Kebonharjo Kec. Samigaluh Kab. Kulonprogo, dan MI Muhammadiyah Nogosari Kulonprogo, menerima bantuan seragam sekolah dan peralatan tulis dari Rumah Yatim Area Yogyakarta. Penyaluran bantuan digelar Kamis (20/9) kemarin.

Tim relawan Rumah Yatim Area Yogyakarta yang diwakili Jejen Jatnika berkunjung ke tiga sekolah tersebut untuk menyalurkan bantuan langsung. Bantuan diberikan di lapangan sekolah masing-masing.

Dikatakan Jejen, 150 anak ini merupakan siswa kurang mampu yang telah dipilih oleh pihak sekolah. Pihak sekolah mengatakan jika anak didiknya tersebut sangatlah membutuhkan bantuan seragam. Seragam yang mereka miliki saat itu sudah lusuh dan kecil, mereka tetap memakai seragam tersebut karena orangtua mereka hanya bekerja sebagai buruh tani, sehingga belum bisa membelikan seragam baru.

Dalam penyaluran bantuan ini, Rumah Yatim bekerjasama dengan salah satu mitranya yakni Citibank. Melalui perantara Rumah Yatim, bank swasta ini menunjukan kepeduliannya kepada siswa kurang mampu dengan memberikan  bantuan seragam sekolah baru dan peralatan tulis.

Kebahagiaan tampak ditunjukan para siswa ketika menerima bantuan. Mereka mengatakan jika bantuan ini merupakan bantuan yang ditunggu-tunggu. Mereka pun mengungkapkan jika bantuan ini akan menjadi salah satu penambah semangat belajar mereka.

“Alhamdulillah terima kasih kepada Rumah Yatim dan Citibank yang telah berbagai kepada saya dan teman-teman  saya senang sekali dapat seragam baru ini. Semoga Allah membalas semua kebaikan Rumah Yatim dan Citibank,” ungkap Alya, salah satu siswi MI Muhammadiyah.

Kegiatan ini pun mendapat apresiasi dari pihak pengajar di tiga sekolah dasar tersebut. Mereka mengucapkan terima kasih kepada Rumah Yatim dan Citibank yang telah peduli kepada siswanya.

“Kami mewakili orangtua anak-anak mengucapkan terima kasih, harapan kami Rumah Yatim bisa terus memberikan bantuan kepada siswa kami maupun sekolah kami,” pungkas Slamet, pengajar di MI Muhammadiyah.

 

Jurnalis: Sinta Guslia

Redaktur: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend