Tim Relawan Kunjungi Posko Singgah Korban Gempa dan Tsunami

Gempa dan tsunami yang melanda kawasan Sulawesi Tengah pada akhir September lalu, menelan ribuan korban jiwa dan rumah hancur. Nasib para korban selamat pun menjadi terlantar. Segala aktivitas pasca gempa dan tsunami menjadi lumpuh total. Sehingga banyak warga yang berbondong-bondong meninggalkan Kota Palu.

Kondisi tersebut menimbulkan rasa emosional dan empati yang tinggi bagi masyarakat Indonesia. Menurut pantauan tim relawan Rumah Yatim di lapangan, Dadan menjelaskan, sepanjang perjalanan saat menuju Makassar, melewati wilayah Pisang Kayu, Mamuju, Polewali Mandar, Majene dan daerah lainnya, banyak ditemukan posko singgah yang dibuat atas dasar rasa kemanusiaan dan kepedulian.

Lebih lanjut ia menerangkan, tim relawan Rumah Yatim pun turut ditawarkan untuk singgah di posko itu supaya bisa rehat sejenak. Dari informasi yang diperolehnya bahwa ini diperuntukkan bagi siapa saja yang ingin rehat dari perjalanan. Bukan hanya diperuntukan bagi para korban yang akan mengungsi ke daerah lain, para relawan dipersilahkan untuk singgah.

“Sepanjang perjalanan itu, banyak posko singgah yang menawarkan korban untuk singgah, setiap kendaraan yang lewat ditawarkan untuk mampir. Disediakan pula makanan, bahkan tenda kesehatan. Semuanya diberikan secara gratis,” jelasnya saat dihubungi via telepon, Senin (8/10).

Berdasarkan informasi yang diperoleh Dadan, sumber dana yang digunakan untuk membuat posko singgah ini adalah murni hasil dari swadaya masyarakat yang diberikan secara sukarela. Bahkan dokter yang menangani masalah kesehatan korban yang ada di posko singgah itu diberikan gratis.

“Sumber dananya hanya dari patungan warga, mereka berinisiatif memberikan bantuan dengan saling melengkapi,” ungkapnya.

Menurutnya, ini adalah hal yang bagus, empati masyarakat terhadap korban gempa dan tsunami begitu sangat luar biasa. Namun masyarakat terkendala akses jalan yang sulit. Hal itu tidak menyurutkan niat baik mereka untuk memberikan bantuan di sepanjang jalan.

Besarnya rasa kemanusiaan dan empati masyarakat terhadap nasib para korban membuat tim Rumah Yatim terinspirasi untuk terus mendukung dan memberikan bantuan kepada korban bencana.

“Ada nilai kemanusiaan yang luar biasa, penanganan bencana ini tanggung jawab bersama, beban moral bersama, kita doakan para korban pulih segera,” pungkasnya.

 

Jurnalis: Dila Nurfadila

Redaktur: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend