Timah Panas Tembus Paha Membuat Hafidz Quran Rohingya Lumpuh

Timah Panas Tembus Paha Membuat Hafidz Quran Rohingya Lumpuh

Tubuhnya mulai kurus dengan hanya menggunakan singlet dan sarung. Dia bersua dengan relawan Rumah Yatim yang datang di rumah biliknya, di wilayah Cox’s Bazar, Bangladesh. Dia merupakan satu dari jutaan umat muslim Rohingya yang lari dari kekerasan agresifitas tentara Myanmar.

Abu Bakar Siddik, pria yang baru berusia 25 tahun ini harus merasakan perihnya luka tembakan di pahanya. Saat kerusuhan berlangsung, Abu Bakar berusaha menyelamatkan diri beserta ibu dan saudaranya. Sepeda tua yang dikayuhnya lebih cepat dari biasanya. Tanpa ragu dia menyelamatkan diri dari kekerasan dan kerusuhan tentara Myanmar.

Abu Bakar merupakan seorang hafidz Quran. Akibat timah panas yang bersarang di pahanya waktu dulu, membuat dirinya saat ini tidak bisa berjalan. Saat ini dia harus tinggal di pengungsian rumah bilik bersama ibunya. Semangat dalam beribadah masih tetap terlihat saat lantunan ayat keluar dari mulut Abu Bakar.

“Dia bertemu dengan keluarganya setelah tiga hari berpisah saat kerusuhan terjadi,” papar relawan kemanusiaan Rumah Yatim, Sinu Tontori, melalui pesan singkat saat berada di Bangladesh.

Sebelum kerusuhan tersebut meledak di Rohingya, Abu Bakar bekerja sebagai pedagang kebutuhan sehari-hari di sebuah pasar. Dari sanalah dia menghidupi dirinya dan sang ibu. Namun, saat ini keterbatasan gerak di lokasi pengungsian, membuat dirinya hanya mengharapkan uluran tangan para relawan internasional yang berkunjung.

Di Bangladesh sendiri, kurang lebih ada 1,5 juta warga Rohingya yang mengungsi dan berlindung dari kerusahan di negerinya. Para pengungsi Rohingya saat ini menempati rumah bilik sementara di wilayah yang tersebar di Bangladesh. Bahkan 30 persen di antaranya merupakan anak-anak dan balita.

 

Di tulis oleh : Calam Rahmat Pada tanggal 2018-05-16 11:30:32

 

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend