Tinggal Sebatangkara, Nenek Sopiah Bertahan Hidup Dengan Memulung

Tinggal Sebatangkara, Nenek Sopiah Bertahan Hidup Dengan Memulung

Di usia yang sudah menginjak hampir satu abad, tak menyurutkan semangat nenek Sopiyah (80) untuk terus berjuang dan mandiri dalam menjalani hidup. Di usia senja nya pula ia tinggal sebatang kara tanpa sanak keluarga, di sebuah rumah yang jauh dari kata layak dengan hanya satu kasur lapuk dan perabotan yang tidak memadai. Bahkan atap rumahnya banyak yang berlubang sehingga ketika musim hujan, air masuk dan membasahi seisi rumah.

Padahal di usia nya yang tak lagi muda, setiap hari ia harus memulung barang rongsokan di daerah Rawa Sapi, demi menyambung hidup untuk hari selanjutnya. Hasil dari memulungnya, ia kumpulkan dan dijual untuk membeli bahan kebutuhan pokok demi bertahan hidup di tengah situasi sulit.

Pada Rabu (29/7) lalu, tim Rumah Yatim Regional Jabodetabek mengunjungi kediamannya, yang berlokasi di Kampung Rawa Sapi, RT 004/009, Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Raut wajahnya pun berubah gembira saat Relawan Rumah Yatim menyerahkan bantuan Biaya Hidup.

“Terimakasih banyak kepada para donatur dan Rumah Yatim atas bantuan ini. Alhamdulillah emak sangat senang sekali. Semoga kebaikan terus mengalir untuk para donatur dan tim Rumah Yatim,” ungkapnya

Nenek sopiyah adalah satu dari sekian banyak lansia dhuafa yang telah Rumah Yatim bantu. Masih banyak lansia dhuafa lainnya yang bernasib serupa dan membutuhkan uluran tangan dari kita.

 

Jurnalis: Dila Nurfadila

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend