Tingkatkan Kemampuan Diniyah Anak Asuh dengan Tes Hafalan Rutin

Our Visitor

010388
Users Today : 432
Users Yesterday : 408
Users Last 7 days : 3487
Users Last 30 days : 10387
Users This Month : 9207
Users This Year : 10387
Total Users : 10388
Views Today : 677
Views Yesterday : 781
Views Last 7 days : 6443
Views Last 30 days : 18582
Views This Month : 16645
Views This Year : 18582
Total views : 18583
Who's Online : 2
Your IP Address : 34.204.183.113
Server Time : 2020-02-16
Tingkatkan Kemampuan Diniyah Anak Asuh dengan Tes Hafalan Rutin

Asrama Cemara Rumah Yatim mengadakan tes kemampuan diniyah, Sabtu (28/4). Kegiatan ini dilaksanakan di Asrama Cemara, Jalan Cemara No. 23, Pasteur, Sukajadi, Kota Bandung. Tes ini dimaksudkan untuk memantau pengetahuan diniyah anak asuh secara rutin.

Menurut Koordinator Asrama Putri Rumah Yatim Jawa Barat, Siti Nur Azizah, kegiatan awal dalam pengetesan tersebut meliputi pembacaan Asmaul Husna. Setelah itu anak asuh melakukan murojaah tersebih dahulu. Tes diniyah ini meliputi juz satu, juz 29, dan juz 30. Materi tes meliputi membaca dua surat secara penuh dari awal hingga akhir, melanjutkan ayat, menebak surat, serta melanjutkan surat.

“Alhamdulillah anak-anak ada yang sudah mampu menghafal enam juz dan sedang proses tujuh juz,” papar Azizah -sapaan akrabnya.

Ia menambahkan, pada proses pengetesan, 85 persen dari anak asuh lancar menjawab setiap pertanyaan. Anak asuh juga terlihat antusias saat tes berlangsung. Hal ini, kata dia, terlihat saat kegiatan awal dimulai pada saat murojaah. “Yang paling sedikit hafalannya sekarang proses dua juz,” ujarnya.

Di samping itu ada sejumlah hambatan dalam pengetesan tersebut. Salah satunya, kata Azizah, ada beberapa anak yang mengalami kesulitan mengingat hafalannya. Hambatan ini, sebelumnya ia memberikan satu kali kesempatan untuk pengetesan ulang. Pengetesan ini juga bertujuan untuk menguji sejauh mana yang sudah dikuasai oleh anak asuh. “Serta mengevaluasi setiap lantunan ayat yang dibacakan anak,” jelasnya.

Azizah berharap, anak asuh mampu menjadikan Alquran sebagai sahabat setianya. Agar, kemana pun dan dimana pun anak pergi, Alquran yang selalu dijadikan prioritas setelah Allah. “Sehingga menjadi generasi Qurani yang berakhlakul karimah,” ungkapnya.

 

Di tulis oleh : Calam Rahmat Pada tanggal 2018-04-30 11:07:17

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Powered by

Send this to a friend