Toni, Anak Terdampak Gempa Lombok Miliki Segudang Prestasi

Di balik keterbatasan yang ada tak lantas membuat Toni Adrian, remaja berusia 14 tahun asal Kampung Jeruk Manis, Desa Perisapan Manggala, Kabupaten Lombok Utara ini menyerah pada keadaan. Sejak berusia tujuh tahun, ia sudah aktif mengikuti berbagai perlombaan MTQ tingkat kabupaten maupun provinsi. Hingga berusia 14 tahun, dirinya seringkali menyandang gelar juara qori terbaik di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sejak kecil, ia telah ditinggalkan sang ayah meninggal dunia. Setiap hari, ia belajar mengaji dan qiro’at kepada sang kakek. Ia diberikan bekal ilmu agama yang cukup ketika dewasa nanti. Bukan belajar pada orang lain ataupun tempat les, sang kakek lah yang mengajarkan qiro’at hingga gelar juara dan segudang prestasi lainnya ia raih.

Menurut pantauan Salma Hasanah selaku tim relawan di lapangan, Minggu (30/9) lalu, Toni mendapat gelar juara sejak usia tujuh tahun. Selain itu, Toni merupakan salah satu dari ratusan anak terdampak gempa yang kehilangan rumahnya. Kini dia hanya menempati sisa-sisa bangunan rumah kakeknya yang masih utuh sebagian.

“Alhamdulillah dia juara terus, karena optimisnya yang tinggi, keadaannya memang kurang mampu tapi dia punya kelebihan. Di sekolahnya pun dia terbilang anak yang punya prestasi,” ungkapnya.

Rentetan penghargaan telah ia raih, namun kata Salma, kesejahteraan hidupnya masih terbilang jauh dari kata layak. Sang ibu yang bermata pencaharian sebagai pedagang, terkadang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sekolahnya.

Melihat kondisi tersebut, Rumah Yatim Cabang Mataram tergerak untuk membantu anak yatim tersebut berupa bantuan perlengkapan sekolah. Diberikannya bantuan tersebut agar menambah semangat Toni untuk terus meraih prestasi.

“Kita juga akan usahakan membantu mereka terutama anak ini, karena dilihat dari prestasinya yang luar biasa,” tutur Salma.

Bahkan, berdasarkan informasi yang diperoleh, saat ini ia tengah bersekolah di bangku kelas 2 SMA, dengan akselerasi lebih cepat tiga tahun. Toni bercita-cita menjadi pendakwah yang ulung dan ingin berkuliah di Universitas Al Azhar Cairo Mesir untuk memperdalam ilmu agamanya. Semangat dan optimisnya yang tinggi menjadi pondasinya untuk meraih asa.

 

Jurnalis: Dila Nurfadila

Redaktur: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend