Trauma Healing Diberikan Rumah Yatim Bagi Korban Gempa

Pasca gempa yang mengguncang wilayah Lombok dan sekitarnya, ratusan korban alami trauma. Melihat kondisi tersebut, Rumah Yatim Cabang Mataram NTB, memberikan bantuan trauma healing kepada korban anak-anak dan dewasa. Bantuan tersebut diberikan di daerah Dusun Lading-lading, Kecamatan Tanjung, Kabupaten lombok Utara, Selasa (11/9).

Relawan Rumah Yatim, Huda menjelaskan, pemberian trauma healing ini agar mereka mampu melupakan kejadian-kejadian yang sudah pernah dialami saat gempa. Apabila gempa terjadi lagi, maka akan dberikan lagi trauma healing.

“Anak-anak dan dewasa, cara pemberian trauma healingnya berbeda. Jika anak-anak lebih kepada kelompok bermain, sedangkan dewasa lebih kepada membangkitkan kembali kepercayaan dirinya,” jelas Huda.

Lebih lanjut, ia menerangkan sistem pemberian trauma healing kepada anak ini dilakukan empat tahap. Di antaranya membuat program bermain dengan membentuk kelompok bermain; membaca, entertain, melukis dan kegiatan seni lainnya. Kemudian menciptakan lingkungan sosial yang kondusif, sebab menjadi salah satu faktor untuk membantu trauma healing dengan komunitas sosial.

“Hal ini untuk menghilangkan rasa sepi, terasing, terisolasi. Maka kita proses pemulihan trauma tergantung pada faktor internal individu yang berupa persepsi dan keyakinan,” terangnya.

Cara selanjutnya adalah dengan cara tata ulang lingkungan dengan membangun kembali lingkungannya, serta penempatan korban di pengungsian. Melalui  hal itu, menurutnya ingatan tentang bencana dibenak mereka akan terhapus dan kehidupan baru akan dimulai.

Sedangkan, trauma healing yang diberikan kepada orang dewasa yakni dengan memberikan kepercayaan diri kembali melalui terapi senam yoga.

Ia berharap, anak-anak maupun dewasa kembali bangkit dari rasa takutnya. Kembali belajar dan bermain dengan teman-temannya, agar tidak menyendiri dan terasing lagi. Terlebih anak-anak merupakan generasi penerus bangsa, maka dikhawatirkan akan memengaruhi pola pikirnya saat dewasa nanti.

Jurnalis: Dila Nurfadila

Redaktur: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend