Tukang Becak Penderita Jantung Tetap Mengais Rezeki di Tengah Pandemi

Tukang Becak Penderita Jantung Tetap Mengais Rezeki di Tengah Pandemi

 

Di kursi belakang, terlihat seorang pria lansia sibuk mengayuh pedal becak hingga nafasnya terengah-engah. Dia terus melaju beberapa ratus meter hingga berhenti di wilayah Turangga, Kota Bandung untuk beristirahat. Dia adalah Iding, di tengah kondisi fisiknya yang sudah lemah itu, pria bertopi ini memilih tetap mengayuh becak. Padahal Iding mengaku sudah beberapa tahun terakhir ini menderita sakit jantung.

Namun karena keterbatasan ekonomi, hanya itulah satu-satunya pekerjaan yang bisa ia lakukan untuk bertahan hidup dan  memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bahkan yang lebih memprihatinkan, ia harus rela menjual rumahnya untuk menjalani pengobatan jantung.

“Dia harus berjuang di saat shaum, berjuang untuk makan. Rumah kecil yang ia tinggali sudah di jual untuk pengobatan jantung, jadi sekarang dia numpang di rumah saudaranya,”tutur Staff Pemberdayaan Rumah Yatim Jabar, Irwan Alfaruk.

Saat pandemi seperti sekarang, Iding mengaku hanya mendapatkan Rp.20.000 perhari, namun itupun tidak setiap hari dapat. Sebab saat ini sudah jarang sekali orang yang mau naik becak. Meskipun demikian, Iding tetap mensyukuri jalan hidupnya. Ia selalu optimis selalu ada jalan rezeki untuknya.

Melihat kondisi tersebut, Rumah Yatim area Jawa Barat menyalurkan bantuan zakat fitrah. Penyaluran zakat fitrah ini merupakan amanah dari para muzzaki yang menitipkan zakat fitrahnya untuk disalurkan kepada orang yang berhak menerimanya.

“Kita keliling di beberapa titik di Kota Bandung kategori fakir dan miskin, utamakan itu dulu. Rencananya hari ini akan di wilayah Cileunyi, Ciparay, Cidadap.” pungkasnya

 

 

Penulis : Tanti Sugiharti

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend