Tutup Warung Akibat Pandemi, Nur Kehilangan Penghasilan untuk Penuhi Kebutuhan Harian

Sejak virus Covid-19 merebak di Indonesia, warung kecil-kecilan milik Nur Wahyuni (63) harus tutup hingga waktu yang belum ditentukan. Pasalnya, selama pandemi ini ia kehilangan pembeli. Biasanya, ada banyak anak sekolah yang membeli jajanan di warung tersebut.

Kini, akibat pandemi sekolah diliburkan dan diganti dengan pembelajaran jarak jauh. Hal itulah yang membuat Nur memutuskan untuk menutup warungnya. Ia mengaku penghasilannya menurun drastis, sehingga kehabisan modal.

Relawan Rumah Yatim Cabang Sumatera Utara, Ibnu mengatakan, suaminya pun sudah tidak bisa bekerja. Sekarang, Nur dan suami hanya bisa mengandalkan anak dan menantunya untuk memenuhi kebutuhan harian.

Diketahui, Nur memiliki dua orang anak, satu perempuan dan satu laki-laki. Keduanya sudah menikah dan mempunyai anak. “Anak perempuannya tinggal sama Ibu Nur, yang memenuhi kebutuhan hidup ialah menantunya yang bekerja sebagai buruh harian lepas,” ungkapnya.

Sedangkan, anak laki-lakinya bekerja di sebuah pabrik, dan rumahnya tak jauh dari rumah Nur. Namun, belakangan ini tidak mendapat penghasilan, karena dirumahkan akibat pandemi. Nur mengaku sedih, keluarganya terpuruk di tengah kesulitan.

Melihat kondisi itu, Rumah Yatim Cabang Sumut memberikan bantuan biaya hidup bagi Nur, pada Jumat (18/9) di Jalan Stasiun, Desa Lalang, Kab. Deli Serdang. Ibnu mengatakan, Nur sangat senang dan terharu menerima bantuan ini. Harapannya, kata dia, dapat meringankan beban ekonominya.

“Alhamdulillah terbantu sekali. Selama 32 tahun saya tinggal di sini, belum pernah ada bantuan seperti ini. Terima kasih banyak Rumah Yatim,” tandas Nur.

Jurnalis: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend