Upah Guru Honorer Tak Sesuai Harapan, Tri Bersyukur Ada Bantuan Rumah Yatim

Bagi Tri Lastari Damanik menjadi seorang guru bukan sekadar profesi. Namun lebih dari itu, guru menjadi panutan bagi semua orang dari segi pembentukan moral dan kebiasaan anak didiknya. Di dalamnya ada tugas dan tanggung jawab, bahwa di tangan gurulah masa depan anak-anak bangsa dipertaruhkan.

Seluruh pengabdiannya ia dedikasikan untuk mendidik siswa di MTs Madinatul Ulum, Kota Medan. Meski hanya berstatus guru honorer, semangatnya cukup tinggi dalam mendidik. Di lain kesempatan, ia bersyukur mendapat bantuan program kesejahteraan dari Rumah Yatim Cabang Medan, Jumat (1/11) lalu.

“Alhamdulillah sangat senang sekali dapat bantuan bingkisan dari Rumah Yatim. Terima kasih kepada donatur dan tim relawan yang berkontribusi membantu kami para guru honorer di sini,” terangnya.

Tri menganggap upah yang diterimanya sebagai guru honorer setiap bulannya relatif rendah dan masih belum sesuai dengan yang diharapkan. Sehingga belum mencukupi untuk kebutuhan sehari-harinya. Beruntung ada bantuan dari Rumah Yatim, sehingga menurutnya, bisa menutupi kebutuhan pokoknya selama beberapa hari ke depan.
 
Baginya, mendidik dengan ikhlas dan tulus merupakan prioritasnya selama tiga tahun ini mengajar. Tanpa kenal lelah, ia berharap pengorbanannya ini dapat membuahkan hasil yang manis, yakni dapat mencetak generasi berkarakter yang dapat mengharumkan nama bangsa di masa depan.

 

 

 
Jurnalis: Dila Nurfadila
Redaktur: Anjar Martiana

Related posts

Leave a Comment

Open chat