Upah Tidak Menentu, Mimil Tetap Gigih Didik Siswa di RA Baitu I’tisom

Upah Tidak Menentu, Mimil Tetap Gigih Didik Siswa di RA Baitu I'tisom

Mimil Kamilah, salah seorang pengajar di RA Baitu I’tisom tak pernah luntur semangatnya dalam mengajar. Dengan kesabaran dan kegigihannya, Mimil mendidik anak-anak di Kampung Urug, Desa Pangauban, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, untuk menjadi generasi yang cerdas dan berkahlak.

Walau upah dari mengajarnya itu tidak seberapa bahkan kadang tidak mendapat upah, Mimil tetap bertekad ingin memberikan yang terbaik untuk anak didiknya. Bersama beberapa pengajar lainnya ia terus mendidik dan mencetak generasi yang berakhlakul karimah.

Diketahui, sang suami hanya buruh di kebun milik orang lain. Penghasilannya pula, kata dia, tidak seberapa dan hanya cukup untuk kebutuhan hariannya.

“Kadang ada pekerjaan, kadang tidak. Kalau ada, dalam sehari mendapat upah 50 ribu rupiah,” ungkap ibu satu anak itu.

Meski dalam keterbatasan, Mimin terus merasa cukup dan mensyukuri kehidupannya saat ini. Ia juga menyebut rela melakukan apapun demi putra semata wayangnya yang masih berusia enam tahun. Ia selalu berdoa agar anaknya itu bisa sukses di kemudian hari. Diketahui pula, Mimil saat ini tinggal di rumah orang tuanya yang disekat dua. Karena, belum bisa memiliki rumah sendiri akibat keterbatasan ekonomi.

“Harapan bagi anak saya dan anak didik di RA Baitu I’tisom, semoga mereka selalu semangat dan giat belajar. Serta patuh terhadap orangtua,” harapnya.

Atas sikap pantang menyerahnya itu, Mimil mendapat bantuan bingkisan guru dari Rumah Yatim Area Jawa Barat. Selain dirinya, ada puluhan guru lainnya yang mendapat bantuan serupa.  Terhitung sejak 1-10 Juli 20920 Rumah Yatim telah menyalurkan bantuan sedikitnya kepada 1.353 mustahik di 20 provinsi di nusantara.

 

 

 

Penulis: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend