Usia Belia Tidak Menyurutkan Semangat untuk Memimpin Hafalan Hadits

Usia Belia Tidak Menyurutkan Semangat untuk Memimpin Hafalan Hadits

Semangat anak asuh Arcamanik tidak pernah surut, walaupun usianya masih belia. Dibacanya satu demi satu hadits yang sudah mereka hafal. Bertempat di Asrama Rumah Yatim Arcamanik, Jalan Golf Timur No. 48, Cisaranten Kulon, Arcamanik, Kota Bandung. Kegiatan muroja’ah hadits ini merupakan salah satu program diniyah yang ada di asrama Rumah Yatim.

Rasa bangga terucap dari salah satu pengasuh asrama, Siti Nur Azizah, melihat anak asuhnya yang masih belia tersebut mampu menghafal hadits dengan baik. Bahkan, saat ini anak asuhnya tidak lagi dipimpin oleh dirinya, saat murojaah maupun menghafal hadis. Dia hanya memberikan arahan agar tahapan dalam hafalan tetap berjalan baik.

“Karena anak asuh yang memimpin, dia memiliki kemampuan yang baik dalam hafalannya dari anak-anak lainnya. Begitu pun dalam hal pengetahuan diniyah anak tersebut,” ungkapnya.

Memberikan pengalaman dalam mengajar dan membimbing rekan-rekannya yang lain menjadi salah satu keinginan Azizah kepada anak asuhnya tersebut. Sehingga, kata dia, anak asuh yang kini menjadi pengganti dirinya untuk memimpin muroja’ah memiliki pengalaman dalam mengajar dan mengondisikan orang lain.

“Dalam hal ini agar terbentuk karakter kepemimpinan, harapannya anak dapat mengembangkan sikap empati, dan karakter leadership,” jelasnya.

Pada awalnya sebelum membaca hadits, anak asuh dibiasakan untuk melafalkan asmaul husna. Setelah itu, hadits dibaca dari awal hingga akhir. Ditambah lagi sejumlah hadits yang harus dihafal berikutnya. Jumlah hadits yang harus di hafal sekitar enam hadits. Setelah itu, anak asuh terus mengulang beberapa hadits agar lancar dan hafal.

Menurutnya, kegiatan membaca hadits secara bersama-sama ini berlangsung dua kali dalam satu minggu. Pada tahap pertemuan pertama anak asuh dikhususkan hanya untuk muroja’ah. Setelah itu, dipertemuan berikutnya jumlah hafalan hadits ditambah. “Namun sebelum tambahan tetap di muroja’ah terlebih dahulu,” ujar Azizah.

Ia menambahkan, tidak mudah untuk membimbing anak asuhnya untuk bisa menghafal sejumlah hadits. Perlu konsistensi dalam menerapkan arahan dan bimbingan kepada anak asuh. Sehingga, dengan usia anak asuh yang masih duduk di bangku sekolah dasar tersebut, dirinya mampu mencetak generasi yang lebih baik.

 

Di tulis oleh : Calam Rahmat Pada tanggal 2018-04-25 15:25:17

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Powered by

Send this to a friend