Veteran Kelahiran 1925 Bersyukur Terima Bantuan Rumah Yatim

Usai menghadiri upacara peringatan Hari Pahlawan Nasional ke 73, di Balai Kota Bandung, Sabtu (10/11), hal ini menjadi momentum penting bagi rakyat Indonesia khususnya para veteran. Pada kesempatan itu, Rumah Yatim hadir memberi sejumlah bantuan kepada ratusan veteran di Kota Bandung. Salah seorang veteran, Wihatma merupakan satu dari 120 veteran yang menerima bantuan.

Ia bersyukur, telah menerima bantuan itu, karena bantuan yang diberikan sangat bermanfaat. Namun kesejahteraan untuk kehidupan masa senjanya ini belum dirasakan. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia hanya berjualan ayam potong di rumah bersama anak tunggalnya di Kampung Citepus RT 05 RW 05, Kelurahan Padjajaran, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung.

“Alhamdulillah ada bantuan ini, terima kasih Rumah Yatim, semoga Allah membalas amal ibadahnya,” tuturnya.

Pendengarannya memang tidak setajam dulu, namun ingatan tentang perjuangannya melawan penjajah masih tersimpan jelas dalam memorinya. Kulit coklat nan keriput dan beberapa luka yang membekas di bagian tubuhnya menjadi saksi bisu salah seorang veteran yang pernah ikut melakukan pertempuran arek-arek Surabaya bersama Bung Tomo pada 1961 silam.

Nama Wihatma telah diganti menjadi Tata Atiek, pria berusia 93 tahun itu dahulu sering mengikuti berbagai pertempuran di Pulau Jawa dan Sumatera. Sejak usia belia, ia telah aktif mengikuti barisan kepemudaan. Tubuhnya bergetar tatkala ia menceritakan tentang kisah perjuangan meraih kemerdekaan bersama teman-temannya yang telah lebih dulu gugur.

“Alhamdulillah perjuangan kita udah selesai, sekarang penerus bangsa harus jujur, jangan hanya banyak bicara. Tapi gak ada tindakan,” ungkap lansia kelahiran 1925 itu.

Kepada tim Rumah Yatim ia sempat menunjukkan salah satu luka yang membekas hingga saat ini di belakang tubuhnya. Meskipun berkali-kali terkena luka tembak maupun sayatan benda tajam, ia bersyukur hingga saat ini masih diberi kesehatan oleh sang Maha Kuasa. Buah dari perjuangannya dalam merebut kemerdekaan dapat dirasakan rakyat Indonesia.

Kemudian dia berpesan kepada generasi muda untuk bersatu menangani permasalahan sosial, karena menurutnya saat ini, kemiskinan menjadi permasalahan yang besar di Indonesia. Kelaparan dan keserakahan menjadi sebab seseorang berbuat kriminal.

 

Jurnalis: Dila Nurfadila

Redaktur: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Powered by

Send this to a friend