Warni, Lansia Sebatang Kara yang Tinggal di Gubuk Reyot Hampir Roboh Kini Tinggal di Rumah Kokoh

Rumah Yatim area Yogyakarta telah meresmikan Rumah Harapan untuk Warni (78), seorang lansia sebatang kara yang tinggal di gubuk reyot yang hampir roboh.

Peresmian ini diadakan di kediaman Warni di Desa Kedokansayang, Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal pada Jumat( 26/11), dihadiri Fatkhudin selaku kepala desa, aparat dan warga setempat.

“Alhamdulillah acara berlangsung lancar, nek Warni pun terlihat sangat bahagia karena kini rumahnya sudah jauh lebih kokoh dan lebih baik lagi,” ucap Saefudin, salah satu relawan Rumah Yatim Yogyakarta.

Saefudin mengatakan jika kepala desa Kedongsayang sangat mengapresiasi aksi nyata Rumah Yatim ini, ia pun mengucapkan terima kasih kepada Rumah Yatim dan semua donaturnya yang telah memberikan perhatian kepada salah satu warganya yang memang sangat membutuhkan bantuan.

Sama seperti kepala desa, kepada Saefudin, Warni pun mengucapkan terima kasih kepada Rumah Yatim dan para donatur yang telah membangun rumah harapan di masa tuanya. Kini Warni bisa tidur dan bersantai dengan nyaman tanpa harus khawatir rumahnya ambruk.

Dipaparkan Saefudin, awalnya Rumah Yatim akan membantu Warni mendirikan MCK mandiri di rumahnya. Diketahui, lansia ini tidak memiliki MCK sehingga ketika Warni ingin melakukan kegiatan MCK, ia mesti berjalan jauh.

Namun, karena kondisi rumah warni yang jauh lebih memprihatinkan dan perlu segera direnovasi, akhirnya Rumah Yatim terlebih dahulu memperbaiki rumah Warni.

“Sebelumnya kita sudah berembuk dengan pihak Desa, aparat dan perwakilan warga setempat, serta disaksikan oleh nenek Warni, dan memutuskan untuk memperbaiki rumah nenek Warni terlebih dahulu, Insya Allah untuk pembangunan MCK nya akan ditangani pihak Desa,” papar Saefudin.

Saefudin berharap, bantuan perbaikan rumah untuk Warni bisa memberikan keberkahan dan manfaat untuk Warni juga para donatur.

Ia pun berharap, pembangunan MCK yang akan ditangani pihak Desa bisa berjalan dengan lancar, supaya Warni tak perlu lagi berjalan jauh untuk mengambil air ataupun untuk melakukan kegiatan MCK.

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Send this to a friend