Berita
Pencarian Bulan Tahun
Share on Google+ twitter facebook
Nursaibah, Nenek Pekerja Keras Demi Nafkahi Keluarga
Di tulis oleh : Enuy Nurhayati Pada tanggal 2018-02-13 18:08:25

Di kontrakannya yang tidak begitu luas Nursaibah hidup bersama putra sulungnya yang sakit, bersama putrinya, menantu dan cucunya yang masih SMA. Kontrakan itu hanya memiliki satu kamar dan satu ruangan dengan biaya Rp.500.000 per bulan. Kondisinya cukup memprihatinkan dengan lantai semen yang sudah mulai usang. Meski begitu, Nursaibah betah tinggal di sana. Sejak 2003, Nursaibah sudah tinggal di sana dan tidak pernah pindah. 

Untuk membayar kontrakan tersebut, Nursaibah harus banting tulang. Sehari-harinya dia menjual bawang goreng titipan orang lain. Terkadang untuk menambah penghasilan, dia pun rela menjadi suruhan orang lain sebagai asisten rumah tangga dadakan dan juga sehari-hari mengumpulkan rongsokan untuk di jual ke penadah. Tak hanya Nursaibah, menantunya juga turut membantu dengan menjual rempeyek. Terkadang saat kondisi putra sulungnya agak membaik dari sakit diabetes dan struk ringannya, dia pun turut membantu mencari nafkah, meski langkahnya cukup terbatas.

Di masa tuanya, nenek yang berusia 74 tahun ini mencoba tegar meski sering kali sakit-sakitan dan tak mampu berjalan jauh. Sehingga saat dia menjajakan dagangannya, dia harus tertatih-tatih sembari menahan sakitnya yang tidak pernah dia periksakan. Dikarenakan tak memiliki uang lebih untuk pergi ke dokter. Tapi dia tak punya pilihan, dia harus terus bekerja demi keluarga tercintanya. Maka pada saat Rumah Yatim NTB datang ke kediamannya di Karang Kemong, Nursaibah sangat senang. Hingga dia menawarkan diri untuk mengangkut paket sembako dari Cidomo (andong). Kedatangan Rumah Yatim ialah untuk memberikan sembako kepadanya. Hal ini memberikan rasa lega tersendiri bagi Nursaibah.

“Alhamdulillah, bisa tenang untuk beberapa hari, dan bisa mikirin buat yang lain," ungkapnya kepada asisten logistik Rumah Yatim Sumiyati, yang juga tetangga Nursaibah.

Sumiyati mengaku, dengan beras yang didapatkan dari Rumah Yatim, uang yang Nursaibah dapatkan tidak akan dibelikan untuk beras. Tetapi akan digunakan untuk keperluan lainnya. Karena biasanya setiap mendapatkan uang dari kerja kerasnya, Nursaibah langsung membelanjakanya untuk beras dan tidak cukup untuk membeli keperluan lainnya.



--------------------------------------
dibaca 244 kali



 Komentar

(tidak ada komentar)


 Tulis Komentar

Nama
Email (dirahasiakan)
Komentar


Berita Terbaru

Lansia Tiga Desa di Girimulyo Bersyukur Ada Bantuan Rumah Yatim
Kamis, 21/02/2019

Masyarakat di Nogosari Terima Pakaian Layak Pakai dari Rumah Yatim
Kamis, 21/02/2019

Latih Fisik, Anak Asuh Mataram Semangat Jalani Rihlah
Kamis, 21/02/2019

Everyday Smart Hotel Mayestik Berbagi Kebahagiaan Bersama Anak Yatim
Kamis, 21/02/2019

Ratusan Masyarakat di Nogosari Antusias Terima Bantuan Sembako Rumah Yatim
Kamis, 21/02/2019

Alumnus Rumah Yatim Jadi Ketua Tim Kreatif Pameran Design 2019
Rabu, 20/02/2019

Berbagi Kebahagiaan Bersama Masyarakat Prasejahtera di Klampis Ngasem
Rabu, 20/02/2019

Anak Asuh Kemang Biasakan Diri Sejak Dini Kenal dan Baca Alquran
Rabu, 20/02/2019

Asrama Surabaya Biasakan Anak Asuh untuk Istiqomah Baca Alquran
Rabu, 20/02/2019

Cuaca Panas, Rumah Yatim Beri Bantuan Kipas Angin untuk TPQ Nurul Ulum
Rabu, 20/02/2019

Bayu, Yatim Berprestasi Juara Lomba Futsal Antar Sekolah di Bekasi
Rabu, 20/02/2019

Rumah Yatim Tegal Apresiasi Guru di TPQ Nurul Ulum Lewat Santunan Dai
Rabu, 20/02/2019

407 Mustahik Merasakan Manfaat ZIS Rumah Yatim Lampung Selama Januari
Rabu, 20/02/2019

Agar Tetap Semangat, Rumah Yatim Bantu Lima Pengajar Ngaji di Lampung
Rabu, 20/02/2019

Yatim dan Dhuafa Rutin Bimbel Gratis di Rumah Yatim Gandaria
Rabu, 20/02/2019

Satu Tahun Berbaring, Asah Dapat Bantuan Biaya Hidup Rumah Yatim
Rabu, 20/02/2019

Rumah Yatim Bantu Ringankan Beban Keluarga Tunanetra di Kupang Krajan
Selasa, 19/02/2019



 
Rumah Yatim
Find Us
Kemitraan
Hubungi Kami di