Berita
Pencarian Bulan Tahun
Share on Google+ twitter facebook
Sulit Berobat, Masyarakat Patenggeng Bersyukur Ada Layanan Kesehatan Gratis
Di tulis oleh : Dila Nurfadila Pada tanggal 2019-03-17 09:32:26

Ketersediaan layanan kesehatan untuk masyarakat di pedesaan belum cukup memadai. Seperti yang dialami masyarakat di Dusun Patenggeng, Desa Margaluyu, Kabupaten Sumedang, sulit mendapat layanan kesehatan untuk berobat. Hal itu disebabkan karena lokasi permukiman dengan Puskesmas jaraknya 3 Km. Jarak tersebut dirasa cukup jauh bagi masyarakat, terlebih tidak ada akses angkutan umum menuju Puskesmas.
 
Kamis (14/3) lalu, puluhan masyarakat prasejahtera antusias dan bersyukur adanya layanan kesehatan dan pengobatan gratis yang diselenggarakan Rumah Yatim Area Jawa Barat. Relawan Rumah Yatim Solehudin menjelaskan, sulitnya mengakses layanan kesehatan di pedesaan membuat masyarakat setempat membiarkan rasa sakitnya. Apalagi jarak tempuh dan  minimnya biaya yang dimiliki untuk melakukan pengobatan.

“Di sana cuma ada ojek. Ada salah satu warga ketika dia mau maksain berobat karena udah parah, pulang pergi itu ongkosnya 50 ribu. Belum buat berobat dan lainnya. Jadi kalau udah parah penyakitnya, baru dibawa ke Puskesmas, itu juga maksain,” jelasnya.

Kondisi tersebut membawa keprihatinan bagi tim relawan. Sejumlah dokter, perawat dan apoteker telah disediakan untuk menangani permasalahan kesehatan masyarakat tersebut. Di layanan kesehatan ini mereka bisa berkonsultasi langsung terkait keluhan kesehatannya. Obat-obatan terbaik pun telah disediakan yang disesuaikan dengan resep dokter untuk berbagai penyakit.

Bukan hanya mendirikan posko kesehatan, tim medis Rumah Yatim juga turut mengunjungi beberapa rumah warga yang memiliki penyakit parah. Hal inj untuk diberi penanganan pengobatan oleh dokter dan apoteker secara langsung. Mayoritas yang mendapat pengobatan door to door inu adalah lansia yang sudah bertahun-tahun membiarkan penyakitnya.
 
Menurut informasi yang didapat tim Rumah Yatim, bantuan kesehatan ini baru pertama kalinya didapatkan warga. Ke depannya layanan kesehatan gratis ini akan lebih menjamah daerah pelosok. Hal ini dilakukan sebagai bentuk keprihatinan Rumah Yatim terhadap masyarakat yang tidak bisa memperoleh layanan kesehatan.

“Sangat memprihatinkan sekali kondisi di sana, makanya untuk kesehatan saya lebih menarik ke pedesaan dari pada di kota. Karena yang dirasakan masyarakat itu terasa manfaatnya,” pungkasnya.



--------------------------------------
dibaca 123 kali



 Komentar

(tidak ada komentar)


 Tulis Komentar

Nama
Email (dirahasiakan)
Komentar


Berita Terbaru

Tinggal di Gubuk, Lansia 90 Tahun Bersyukur Dapat Bantuan Sarana MCK
Senin, 17/06/2019

Bantuan Sarana MCK Disalurkan Rumah Yatim untuk Keluarga Dhuafa di Namu Ukur
Senin, 17/06/2019

Rumah Yatim Banjarbaru Raih Penghargaan LKS Terbaik 2019
Kamis, 13/06/2019

BJ Habibie Resmikan Sekolah Binaan Rumah Yatim
Kamis, 13/06/2019

Berbagi Kebahagiaan Bersama Anak Yatim Dhuafa Jelang Lebaran
Selasa, 04/06/2019

Rumah Yatim Beri Parcel Lebaran Kepada Kakak Beradik Yatim Piatu
Selasa, 04/06/2019

Anggota Linmas di Slerok Dapat Parcel Lebaran dari Rumah Yatim Tegal
Selasa, 04/06/2019

Belasan Yatim Dhuafa di Tiga Desa Dapat Parcel Pakaian Lebaran
Selasa, 04/06/2019

Enam Dai Terharu Dapat Parcel Lebaran Rumah Yatim Tegal
Selasa, 04/06/2019

Anak Yatim di Marpoyan Damai Terima Parcel Lebaran Rumah Yatim
Selasa, 04/06/2019

Uang Saku Pendidikan Dibagikan untuk Anak Yatim Dhuafa di Jawa Laut
Selasa, 04/06/2019

230 Orang di Surabaya Terima Manfaat Zakat Rumah Yatim
Selasa, 04/06/2019

Guru MI Nurul Hidayah Terima Bingkisan Lebaran Rumah Yatim
Senin, 03/06/2019

Lansia dan Janda Dhuafa di Tulangan Dapat Sembako Rumah Yatim
Senin, 03/06/2019

Anak Asuh Mataram Doa Bersama Sebelum Mudik Lebaran
Senin, 03/06/2019

Sebelum Mudik Lebaran, Anak Asuh Mataram Dapat Parcel Lebaran
Senin, 03/06/2019

Rumah Yatim Bagikan THR Kepada Sepuluh Dai di Mekarmulya
Senin, 03/06/2019



 
Rumah Yatim
Find Us
Kemitraan
Hubungi Kami di