Zainul dan Fathir, Korban Gempa Lombok Ingin Kembali Sekolah

Sudah sebulan lebih, dampak gempa masih sangat dirasakan warga Lombok dan sekitarnya. Terutama anak-anak mengalami trauma mendalam. Akibat gempa, banyak aktivitas menjadi lumpuh total karena ratusan bangunan hancur. Tak terkecuali bangunan sekolah yang hancur rata dengan tanah. Sehingga menyebabkan banyak anak-anak Lombok terpaksa tidak bisa bersekolah.

Zainul dan Fathir, dua bocah asal Desa Pemenang Barat, Kabupaten Lombok Utara, untuk sementara tidak bisa melanjutkan pendidikan karena bangunan sekolahnya hancur. Dua anak tersebut memiliki asa ingin menjadi seorang tentara agar dapat menjaga kedaulatan negara Republik Indonesia serta membela negara dari orang yang ingin menjatuhkan.

“Saya mau jadi tentara, supaya bisa ikut perang dan tembak orang jahat yang mau menghancurkan Indonesia,” ungkap Fathir dengan gaya khasnya yang polos dan penuh semangat.

Hingga ditemui tim relawan Rumah Yatim pada beberapa waktu lalu, dua bocah tersebut menempati tenda pengungsian bersama ratusan warga lainnya. Zainul mengaku sering merasa kedinginan karena tenda yang besar tak cukup melindunginya dari cuaca dingin.

Dua bocah yang bersekolah di SDN Pemenang Barat ini mengaku ingin kembali bersekolah. Namun kondisi sekolah tidak ada yang berdiri kokoh dan hancur rata dengan tanah. Akibat gempa yang meluluh lantakan sekolahnya, maka tidak bisa digunakan lagi.

“Kami sangat ingin sekolah lagi, tapi sekolah kami hancur, gak ada yang berdiri. Jadi kami belajar seadanya sama ibu di tenda,” tuturnya.

Menurut pantauan tim relawan di lapangan, Setiawan, banyak anak-anak yang bernasib serupa. Bahkan ratusan anak di Kabupaten Lombok Utara tertinggal pendidikannya dengan anak- anak yang lain. Bahkan, ketiadaan informasi terkait kelanjutan pendidikannya menjadi hal yang nyata bagi anak-anak korban gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Kembali bersekolah, belajar bersama, bersenda gurau dengan teman-temannya adalah hal yang sangat dinantikan oleh Zainul dan Fathir, juga ratusan anak korban gempa lainnya. Kondisi ini tak menyurutkan semangat dua bocah ini untuk terus belajar meski kondisi yang memprihatinkan. Impiannya menjadi tentara adalah asa yang membangkitkan semangatnya.

 

Jurnalis: Dila Nurfadila

Redaktur: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend