Zohariyah, Pengidap Kanker Payudara Andalkan Anaknya untuk Penuhi Kebutuhan

Zohariyah, Pengidap Kanker Payudara Andalkan Anaknya untuk Penuhi Kebutuhan

Tinggal di rumah kecil nan sederhana di Dusun Sandubaya, Desa Sandubaya, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur, Zohariyah (55) mengidap kanker payudara sejak empat bulan lalu. Awalnya mnuncul benjolan di sekitar payudara dan terasa sakit. Setelah melakukan pemeriksaan, ternyata dia divonis kanker payudara.

Menurut Relawan Rumah Yatim Nusa Tenggara Barat, Maria Ulfa, Hingga kini belum kunjung dioperasi. Hal itu lantaran masih maraknya pandemi Covid-19. Sampai saat ini pula Zohariyah masih merasakan sakit, hingga untuk berjalan pun cukup sulit, sehingga harus menggunakan bantuan tongkat.

“InsyaAllah setelah pandemi selesai, akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut lagi,” tambahnya.

Ia tinggal bersama suami dan satu anaknya. Sang suamu bekerja sebagai kuli bangunan dan anaknya tukang kayu. Namun terkadang, suaminya tidak mampu lagi bekerja karena sudah lanjut usia. Jadi, sambung Ulfam Zohariyah dan suami hanya bisa mengandalkan anaknya.

“Ibu Zohariyah ini punya anak empat, tapi ketiga anaknya sudah pada menikah dan hidup terpisah, jadi yang tinggal bersamanya hanya anak bungsu saja,” ujar Ulfa.

Sebagai upaya membantu keluarga Zohariyah, Rumah Yatim Cabang NTB memberikan bantuan sembako, pada Jumat (10/7). Selain dirinya, ratusan masyarakat prasejahtera lainnya yang terbagi tiga lokasi juga mendapat bantuan serupa.

Lokasi pertama, Dusun Dasan Malang, Desa Paok Motong, Kec. Masbagik, Kab. Lombok Timur sebanyak 50 orang. Lokasi kedua, Dusun Sandubaya, Desa Sandubaya, Kec. Selong, Kab. Lombok Timur sebanyak 50 orang. Lokasi terakhir, Dusun Barat Kubur, Desa Sesele, Kec. Gunung Sari, Kab. Lombok Barat, sebanyak 45 orang.

“Kebanyakan penerima adalah para lansia yang sudah tidak bisa bekerja lagi, jompo yang sudah sakit-sakitan, dan buruh harian lepas. Semoga bantuan ini bisa meringankan beban hidup mereka dan bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan hariannya,” tutup Ulfa.

 

 

 

Penulis: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend