Bantuan Untuk Nenek Are, Telah disalurkan oleh Laznas Rumah Yatim Batam

Batam (17/9) Hidup sebatangkara dimasa tua sebagai penyandang tunarungu, itulah hidup yang dijalani nenek are lansia dhuafa asal Bintan, yang kesehariannya menjadi pengrajin sapulidi untuk bertahan hidup, hasil yang didapatpun tak banyak hanya Rp.5000 dari setiap sapu lidi yang laku terjual. Tak adalagi keluarga untuk berkeluh kesah nenek Are menjalani harinya dengan sangat sederhana bahkan bisa disebut memprihatinkan. Hal tersebutlah yang membuat relawan Laznas Rumah Yatim Batam tergerak untuk mengajak masyarakat membantu nenek lewat portal crowdfunding milik Laznas Rumah Yatim, donasionline.id hampir tiga bulan berjalan meski jumlahnya tidak fantastis namun jumlah dana yang terkumpul dapat disalurkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari nenek.
Pada Sabtu (17/9) team relawan Laznas Rumah Yatim Batam , melakukan penyerahan santunan biaya hidup bagi nenek Are langsung di kediamannnya di Kecamatan Teluk bintan, Kabupaten bintan, karena keterbatasannya taka da kata-kata yang terucap, namun senyuman di wajahnya cukup menggambarkan rasa syukur dan terimakasihnya .
Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Barang siapa yang menutupi aib seorang muslim, pasti Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong hamba Nya selama hamba Nya itu suka menolong saudaranya. (HR Muslim, lihat juga Kumpulan Hadits Arba’in An Nawawi hadits ke 36).

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Send this to a friend