Home / Rubrik / Berita

Momentum Ali Bin Abi Thalib Rubuhkan Benteng Kuat Khaibar

gambar-headline
Indonesia Post Views: 607

Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam bersama 1600 pasukan Muslimin melakukan perjalanan menuju Khaibar. Pada awal Rabiulawal Tahun 7 Hijriah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam merahasiakan pergerakan pasukannya dengan tujuan untuk membuat kaget pasukan Yahudi serta mencegah bantuan-bantuan militer yang datang dari kabilah Ghathfan. 

 

Berdasarkan buku Kisah-kisah Manusia Suci susunan Sayyid Mahdi Ayatullah, kaum Muslimin di bawah lindungan kegelapan malam mengepung benteng-benteng khaibar dan mengambil posisi di antara pohon-pohon kurma. Perang pun terjadi pada pagi hari dan jatuhlah benteng-benteng tersebut satu demi satu. 

 

Di peristiwa Perang Khaibar ini terdapat sebuah kisah menarik tentang Ali Bin Abi Thalib RA yang turut terlibat di dalamnya.

 

Ali Bin Abi Thalib menunjukkan keberaniannya dengan menerobos gerbang Khaibar tanpa pelindung sebagaimana diterangkan dalam buku 125 Cerita Fakta Islam yang Unik & Menakjubkan karya Alifa Aryatna.

 

Pada sebelumnya kaum muslimin merasa kesulitan menaklukkan dua benteng Tempat kaum Yahudi berkumpul untuk melakukan perlawanan terhadap kaum muslimin dengan menggunakan anak panah. Lalu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengutus Abu Bakar RA untuk memimpin sebagian kekuatan Pasukan Islam namun sayangnya Beliau mengalami kekalahan.  

 

Selanjutnya Nabi Muhammad SAW mengutus Umar Bin Khattab RA tetapi kaum muslimin tetap kalah, hal itu membuat kaum Yahudi untuk mengolok-olok kekalahan dari pasukan Islam. 

 

Lalu Rasulullah SAW bersabda:

 

"Sungguh besok aku akan menyerahkan panji-panji kepada seorang lelaki yang mencintai Allah serta rasul-Nya, dan Allah serta rasul-Nya pun mencintainya. Ia akan bertempur terus dan tidak melarikan diri. Karenanya ia tidak akan kembali hingga Allah memberikan kemenangan kepadanya,"

 

Mendengar ucapan Nabi Muhammad SAW, lalu pasukan muslim merasa penasaran atas siapakah sosok tersebut. Pada saat pagi hari tiba Nabi Muhammad SAW memanggil Ali Bin Abi Thalib RA kemudian menyerahkan panji-panji kepadanya dan mendoakan agar bisa mendapatkan kemenangan. 

 

Ali bin Abi Thalib RA Bergerak bersama pasukan muslim sambil mengibarkan panji-panji tersebut untuk melawan musuh-musuh. Para kaum Yahudi yang sedang terlena karena sebagian kemenangannya, membuat bagian kekuatan mereka berada di luar benteng. 

 

Ketika itu juga Ali bin Abi Thalib RA bersama pasukan Muslim masuk dan melakukan serangan tak terduga, bahkan beliau berhasil membunuh Marhab dan Al Harits yang saat itu merupakan pahlawan Yahudi sampai muncul ketakutan dalam barisan Yahudi. 

 

Usai peristiwa tersebut pasukan Yahudi menarik diri ke dalam benteng lalu mengunci seluruh pintu. Kaum Muslimin pun menghadang supaya mereka tidak masuk benteng, tetapi saat pasukan Yahudi masuk dan mengunci pintu benteng barisan muslimin tidak mampu mendobraknya. 

 

Ali Bin Abi Thalib RA lalu tangannya memegang pintu benteng dan menggoyangkan pintu tersebut dengan sekuat tenaga, lalu atas izin Allah SWT dicabutnya pintu tersebut dan dijadikan sebagai jembatan penyeberangan oleh pasukan Muslimin. 

 

Tentara Muslim terkejut melihat peristiwa tersebut karena bagaimana mungkin Ali Bin Abi Thalib RA mampu mendobrak pintu itu seorang diri sedangkan sebelumnya mereka mencoba mendobrak pintu oleh kekuatan 7 orang. 

 

Kemudian sesudah itu, pasukan Muslim akhirnya meraih kemenangan dan kaum Yahudi memohon damai dengan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dan meminta untuk tetap diizinkan menempati rumah-rumah mereka dengan syarat mereka harus memberikan sebagian penghasilannya setiap tahun kepada kaum Muslimin. 

 


Author

img-author

Ridho Nur Hidayatulloh

8 bulan yang lalu