Home / Rubrik / Berita

Kisah Palestina yang Banyak Diceritakan dalam Al-Qur'an

gambar-headline
Palestina Post Views: 91631

Pada saat berdirinya negara Israel di tahun 1948, warga Palestina mengalami penjajahan, penindasan dan pengusiran yang dilakukan oleh tentara Zionis Israel. Umat muslim Palestina diusir dari kampung halamannya, tanahnya dirampas sampai diperlakukan sangat kejam oleh tentara Israel.

 

Israel dengan kukuh ingin merebut Yerusalem (Baitul Maqdis). Bahkan bukan hanya Yerusalem wilayah lain yang sudah lama ditinggali oleh warga Arab Palestina ingin dikuasai oleh Zionis Israel. Motivasi Israel dalam menguasai Palestina sebab menganggap itu tanah yang dijanjikan bagi mereka.

 

Dari situlah akar dari konflik Israel Palestina sampai saat ini. Perang terbuka juga tidak bisa dihindari sampai mengakibatkan tewasnya ribuan nyawa dari kedua pihak. Al Qur'an telah menjelaskan bahwa tanah Palestina diharamkan bagi Bani Israil. 

 

Tanah Palestina Haram bagi Bani Israil

 

Al Qur'an menjelaskan tentang kisah Bani Israil diharamkan untuk memasuki wilayah Palestina. Yang menjadi penyebabnya ialah tidak lain sebab kedurhakaan dan sifat keras kepala mereka terhadap Nabi Musa AS.

 

Simak berikut ini penjelasan Al Qur'an mengenai kejadian tersebut, Allah berfirman:

 

قَالَ فَإِنَّهَا مُحَرَّمَةٌ عَلَيۡهِمۡۛ أَرۡبَعِينَ سَنَةٗۛ يَتِيهُونَ فِي ٱلۡأَرۡضِۚ فَلَا تَأۡسَ عَلَى ٱلۡقَوۡمِ ٱلۡفَٰسِقِينَ

 

 

Artinya: "(Allah) berfirman, "(Jika demikian), maka (negeri) itu terlarang buat mereka selama empat puluh tahun, (selama itu) mereka akan mengembara kebingungan di bumi. Maka janganlah engkau (Musa) bersedih hati (memikirkan nasib) orang-orang yang fasik itu." (Surat Al-Ma'idah: 26)

 

Ayat tersebut adalah bantahan keras atas klaim Israel yang beranggapan Palestina ialah punya mereka. Menurut tafsir dilansir dari Kemenag dijelaskan, wilayah Palestina yang dulunya memiliki nama Negeri Kana'an, tidak boleh dimasuki oleh Bani Israil selama 40 tahun. Dalam kurun waktu tersebut, mereka merasa kebingungan dan tidak mengetahui arah serta tujuan dan tidak mempunyai tempat menetap. 

 

Allah Subhanahu Wa Ta'ala memerintahkan Nabi Musa AS supaya tidak bersedih karena musibah yang menimpa kaumnya yang fasik tersebut. Berdasarkan pendapat beberapa ahli tafsir, Nabi Musa AS dan Nabi Harun AS berada di padang gurun dengan kaum Bani Israil, namun padang itu untuk Nabi Musa AS dan Nabi Harun AS ialah tempat istirahat dan meninggikan derajat untuk mereka.  

 

Sementara untuk kaum Yahudi yang ingkar itu merupakan siksaan yang begitu sangat berat. Sesudah usai peristiwa di padang pasir yang tandus tersebut Nabi Musa dan Nabi Harun meninggal dunia dan kembali ke Rahmatullah. 

 

Kesesatan telah merusak kemurdian fitrah orang-orang Bani Israel. Sehingga membuat mereka menjadi pengecut, penakut dan sesat. Pada saat Nabi Musa membawa mereka kepada jalan yang benar, Bani Israel tetap bersikap pengecut. Wallahua'lam. 

 


Author

img-author

Ridho Nur Hidayatulloh

6 bulan yang lalu