Home / Rubrik / Berita

Seberapa Jauh Kesadaran Masyarakat Indonesia Akan Mental Health

gambar-headline
Indonesia Post Views: 110

Tidak sedikit kesadaran masyarakat Indonesia yang menyepelekan kesehatan mental, karena kesehatan mental tidak menimbulkan rasa sakit secara fisik yang terlihat. Padahal seseorang yang sedang berada dalam kesedihan, memikirkan masalahnya yang belum juga terselesaikan dan semua aktivitas penuh yang mereka lewati bisa membuat mentalnya menjadi terganggu. 

 

Masyarakat Indonesia juga masih banyak yang menganggap sebelah mata mengenai kesehatan mental, karena stigma masyarakat yang menganggap gangguan mental bukanlah masalah yang besar. 

 

Perspektif yang kurang baik dari masyarakat membuat pengidap gangguan mental health menjadi takut untuk berkonsultasi kepada para psikolog atau posisi biasa padahal seharusnya mengidap gangguan mental health sangat memerlukan penanganan tersebut dengan baik Sebab dikhawatirkan dapat mengganggu kegiatan sehari-hari. 

 

Pengidap gangguan mental health sangat berusaha untuk sembuh akan tetapi mereka seringkali harus mendapatkan stigma buruk dari masyarakat. Stigma ialah pelabelan negatif terhadap suatu kelompok ataupun orang individu yang bisa memberikan dampak buruk terhadap jiwa orang tersebut. 

 

Yang pertama stigma dapat membuat citra buruk untuk pengidap gangguan mental health. Kedua orang yang hidup dengan gangguan mental health akan kehilangan harga diri serta bisa membuat mereka untuk mencegah mencari bantuan medis bagi kondisi mereka. Kemudian stigma tersebut bisa menyebabkan adanya diskriminasi pada pengidap gangguan mental health yang memupuskan semangat hidupnya. 

 

Dilansir dari artikel penelitian Universitas Gadjah Mada, ada sebanyak 4,2% pelajar di Indonesia yang memiliki atau pernah berpikiran untuk melakukan bunuh diri. Sedangkan 3% siswa diantaranya pernah melaksanakan percobaan bunuh diri. Yang menjadi penyebab terjadinya kasus bunuh diri ialah karena depresi dan kecemasan. Hampir 90% kasus bunuh diri di Indonesia disebabkan oleh dua hal itu yaitu depresi dan kecemasan.

 

Pada awal Oktober 2022, ada seorang mahasiswa yang mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri lompat dari hotel di Jogjakarta menurut berita mahasiswa itu menderita depresi sebab perceraian dari kedua orang tuanya pastinya hal itu menjadi tamparan sekaligus himbauan untuk masyarakat Indonesia agar lebih memperhatikan tentang mental health seseorang. 

 

Lalu dikutip dari penelitian yang dilaksanakan pada 2021 oleh Universitas Indonesia dan Universitas Padjadjaran terdapat sebanyak 96,4% dari hampir 400 remaja tidak mempunyai pengetahuan mengenai cara mengatasi gangguan mental health apabila itu terjadi pada dirinya sendiri. 

 


Author

img-author

Ridho Nur Hidayatulloh

2 bulan yang lalu