Home / Rubrik / Berita

Mengapa Kandungan BPA Berbahaya

gambar-headline
Bandung Post Views: 218

Banyak orang menganjurkan untuk memilih tempat makanan atau minuman yang bebas plastik BPA. Katanya, plastik BPA itu berbahaya bagi kesehatan, tapi sebenarnya apa, sih, BPA itu? Benarkah plastik BPA bisa membahayakan kesehatan? 

 

BPA atau Bisphenol A adalah bahan kimia industri yang digunakan untuk membuat plastik polikarbonat dan resin epoksi. Plastik polikarbonat dan resin epoksi kerap digunakan untuk membuat botol minum, botol bayi, kemasan air minum, tempat makan, kacamata, pelapis makanan kalengan, tutup botol, pipa saluran air, sampai jendela anti-pecah.

 

Tujuan ditambahkannya BPA dalam pembuatan wadah atau kemasan, terutama yang berbahan plastik, adalah untuk membuat kemasan tersebut lebih kuat dan kokoh. Wadah atau kemasan yang mengandung BPA biasanya memiliki nomor kode segitiga daur ulang 3 atau 7.

 

Namun saat terkena panas atau sengaja dipanaskan, bahan kimia BPA ini akan memuai dan berisiko terhadap kesehatan tubuh manusia seperti gangguan kesuburan hingga kemandulan, obesitas, diabetes tipe 2, penyakit metabolik, penyakit jantung, kanker, gangguan perkembangan janin, Sindrom ovarium polikistik (PCOS), persalinan prematur, asma, gangguan fungsi hati, gangguan fungsi kekebalan tubuh, gangguan fungsi tiroid, gangguan pertumbuhan dan perkembangan otak pada anak.

Penggunaan plastik memang sulit untuk dihindari dalam kehidupan sehari-hari. Namun, kamu tidak perlu khawatir. Berdasarkan penelitian, paparan BPA dalam jumlah yang kecil masih aman bagi kesehatan. Batas aman paparan BPA adalah 0,1–0,5 µg/kg/hari.

 

Untuk meminimalkan paparan BPA, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan, yaitu:

1. Pilihlah produk berlabel BPA free untuk wadah atau kemasan makanan dan minuman.

2. Jangan memanaskan wadah plastik, termasuk dengan microwave, karena suhu panas bisa mengurai BPA. Apabila terurai dan lepas dari wadah plastik, BPA dapat mencemari makanan atau minuman di dalam wadah tersebut.

3. Jangan menuangkan air mendidih ke dalam botol susu plastik, terutama saat membuat susu formula untuk bayi atau anak. Sebaiknya, gunakan air hangat atau tuangkan dulu air dingin sebelum menuangkan air panas ke dalam botol susu.

4. Jika memungkinkan, ganti wadah plastik dengan wadah berbahan kaca atau stainless steel.

5. Kurangi konsumsi makanan atau minuman dalam kemasan plastik maupun kaleng.

6. Selalu cermat dan periksa kode daur ulang yang berbentuk segitiga di bagian bawah wadah plastik. Hindari membeli produk dengan kode angka 3 atau 7 karena biasanya mengandung BPA.

7. Jangan menggunakan wadah plastik yang sudah rusak, meskipun hanya terkelupas atau retak halus.


Author

img-author

Sinta Guslia

7 bulan yang lalu