Home / Rubrik / Berita

Nek Darsipah, Lansia Sebatang Kara Penjual Petai Cina Keliling di Tegal Terharu Dapat Bantuan dari Rumah Yatim

gambar-headline
Jawa Tengah Post Views: 7

Usia nek Darsipah memang sudah tidak muda lagi yakni 67 tahun, namun diusia itu ia masih harus banting tulang untuk bertahan hidup. Di sebuah rumah sederhana di Desa Dukuh Malang, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal ia tinggal seorang diri.

 

Meski tubuhnya sudah sangat lemah dan mudah lelah, nek Darsipah tetap jualan demi bisa menyambung hidup. Setiap pagi mbah menelusuri Sungai di desanya untuk mencari petai cina, setelah itu ia menjualkan di pasar. Jika banyak yang beli, ia akan mendapat penghasilan 10 ribu rupiah, namun jika tidak, ia hanya mendapat penghasilan antara 3 sampai 5 ribu saja.

 

Kepada tim relawan Rumah Yatim cabang Jawa Tengah, nek Darsipah bercerita jika dirinya sudah tidak kuat lagi keliling mencari petai cina dan menjualnya. Namun jika ia tidak bekerja maka ia tidak akan bisa makan.

"Setiap hari nenek paksakan kerja nak, meskipun badan udah sering sakit. Nenek ga mau bergantung pada belas kasihan tetangga," ujarnya.

Diketahui, suami nek Darsipah sudah lama meninggal dunia sedangkan anak-anaknya sudah menikah dan tinggal jauh darinya, sehingga diusia senjanya Nenek masih harus bekerja untuk menyambung hidupnya.

 

Sebagai bentuk kepedulian dan perhatiannya, Rumah Yatim cabang Jawa Tengah memberikan bantuan biaya hidup berupa uang tunai, sembako dan perlengkapan mandi mencuci untuk nek Darsipah.

Semua bantuan ini berasal dari aksi penggalangan dana Rumah Yatim secara daring di platform donasionline.id . Diharapkan bantuan ini bisa memberikan kebahagiaan, meringankan beban, serta membantu memenuhi kebutuhan hidup nek Darsipah.

 

"Alhamdulillah nek Darsipah terlihat sangat senang dan terharu ketika menerima bantuan ini. Tidak lupa beliau pun mengucapkan terima kasih dan mendoakan untuk kebaikan para donatur yang telah membantunya. Mudah-mudahan bantuan ini bisa memberikan berkah dan kebaikan untuk semuanya," ujar Saefudin, kepala cabang Rumah Yatim Jawa Tengah.


Author

img-author

Sinta Guslia

1 bulan yang lalu