Home / Rubrik / Berita

Rumah Yatim Sumatera Utara Berikan Bantuan Biaya Hidup dan Etalase Baru untuk Lini dan Adit Yatim Piatu Asal Medan Labuhan

gambar-headline
Sumatera Utara Post Views: 10

Pada Selasa, (30/01/24) Lembaga Amil Zakat Nasional Rumah Yatim Sumatera Utara telah berhasil melaksanakan kembali penyaluran program kemanusiaan bantuan biaya hidup untuk Lini dan Adit sebagai penerima manfaat.

 

Penyaluran yang diberikan merupakan hasil pengumpulan dana di portal crowdfunding milik Rumah Yatim, donasionline.id.

 

Tim relawan Lembaga Amil Zakat Nasional Rumah Yatim Sumatera Utara membawa Lini dan Adit untuk makan bersama dan berbelanja kebutuhan mereka, dimulai dari baju, sekolah, tas, peralatan sekolah, kebutuhan pokok sehari hari seperti beras, minyak, gula, susu, sabun, snack, kecap, telur dan lain sebagainya.

 

Selain itu, Lini dan Adit juga diberikan etalase dan juga uang tunai, sebagai modal usaha mereka untuk membuka kios ponsel di depan rumah mereka, tepatnya di Lingkungan 1, Kelurahan Nelayan Indah, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan, Sumatera Utara. 

 

Lini (16) dan Adit (11) adalah dua anak yatim piatu yang harus banting tulang bekerja sebagai penjual sapu lidi keliling demi bisa makan dan bersekolah.

 

Kedua orang tuanya telah meninggal dunia sebab penyakit yang dideritanya dan mereka saat ini tidak memiliki sanak saudara yang mau mengurusnya. Sekarang mereka tinggal di sebuah kontrakan yang telah menunggak 2 bulan dan harus secepatnya dibayar. Belum lagi biaya sekolah adiknya yang sebentar lagi harus melanjutkan ke jenjang SMP. 

 

Upah yang mereka peroleh dari menjual sapu lidi keliling tidaklah seberapa. Adit harus berjuang berenang dan mengambil daun pohon Nipah di tengah hutan bakau lalu mereka keringkan dan dibuat menjadi sapu lidi. Dalam 2 hari biasanya mereka mampu membuat 3 sampai 5 buah sapu lidi saja lalu dijual dengan harga Rp5.000 per pcs nya. 

 

Seringkali mereka tidak memperoleh uang sesudah berjualan dengan menempuh jarak sejauh 3 km dengan berjalan kaki. Mereka hanya mampu makan nasi dengan garam sehari-harinya.  

 

Berkat diberikannya bantuan biaya hidup ini, Lini dan Adit sangat bahagia dan bersyukur sekali karena akhirnya mereka bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari dan bisa menjalankan usaha di rumah.

 

"Saya mengucapkan terima kasih kepada Rumah Yatim dan para relawan yang telah membantu saya, semoga bantuan ini bisa saya manfaatkan sebaik-baiknya dan menjadi keberkahan bagi para donatur," ujar Lini.

 

Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat bagi Lini dan Adit, serta menjadi pahala mengalir untuk para pejuang kebaikan yang telah berpartisipasi dalam program bantuan biaya hidup ini. 

 

Ayo kita selalu dukung aksi kebaikan para relawan dan juga program-program yang ada di Rumah Yatim dengan memberikan infaq, sodaqoh serta tunaikan zakat di rumah-yatim.org silahkan klik tombol donasi.

 


Author

img-author

Ridho Nur Hidayatulloh

2 bulan yang lalu