Home / Rubrik / Berita

Dila Pembuat Kerupuk dan Adiknya Pengidap Hidrosefalus Bersyukur Dapatkan Bantuan Biaya Hidup dari Rumah Yatim Sumatera Utara

gambar-headline
Sumatera Utara Post Views: 9

Pada Kamis, (22/02/24) Lembaga Amil Zakat Nasional Rumah Yatim Sumatera Utara telah berhasil melaksanakan penyaluran program kemanusiaan bantuan biaya hidup kepada Nurpadila sebagai penerima manfaat. 

 

Tim relawan Rumah Yatim Sumatera Utara memberikan bantuan biaya hidup tersebut secara langsung kepada Nurpadila di kediamannya yang beralamat di Dusun VII , Air Putih, Batubara, Sumatera Utara. 

 

Penyaluran yang diberikan merupakan hasil pengumpulan dana di portal crowdfunding milik Rumah Yatim, donasionline.id.

 

Dengan jenis bantuan yang diberikan ialah berupa bahan pokok lengkap seperti beras, minyak goreng, roti, susu, pampers, perlengkapan mandi dan lain sebagainya, serta tim Rumah Yatim Sumatera Utara memberikan santunan uang tunai guna untuk memenuhi kebutuhan yang lainnya. 

 

Nurpadila yang akrab dipanggil Dila (14) adalah seorang remaja yang harus rela bekerja demi menghidupi adik piatunya yang mengidap penyakit hidrosefalus sejak lahir.

 

Ibunya meninggal ketika Dila masih umur 2 tahun, sedangkan ayahnya memilih untuk pergi menikah lagi dan tidak pernah memberi nafkah sama sekali.

 

Sekarang Dila dan adiknya tinggal bersama neneknya di sebuah kontrakan sederhana. Neneknya, Boniyah (62) hanya bekerja sebagai buruh pembuat kerupuk dengan upah 10 ribu.

 

Setiap hari sesudah sekolah, ia membantu neneknya membungkus kerupuk-kerupuk yang akan dijual nantinya. 

 

Upah yang diperoleh Dila harus ditabung guna keperluan sekolah dan kebutuhan sehari-hari. Kontrakan menunggak, SPP dan uang buku juga harus dibayar membuat Dila kebingungan.

 

Sebenarnya Dila dan adiknya itu bukan saudara kandung melainkan sepupu, tapi sudah dianggap seperti adik kandung sendiri. Mereka berdua sama-sama ditelantarkan kedua orang tua, dan nenek Boniyah lah yang mengurus mereka.

 

Pengobatan Saibah harus terhenti karena terkendala ekonomi. Terakhir ia menjalani pengobatan ketika umur 2 tahun. 

 

Dengan diberikannya bantuan biaya hidup dari Rumah Yatim Sumatera Utara, Dila sangat bersyukur dan berterima kasih kepada tim relawan Rumah Yatim Sumatera Utara serta kepada para donatur yang telah berbaik hati berbagi rezekinya melalui program ini.

 

"Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Rumah Yatim dan para donatur Rumah Yatim yang telah membantu saya, semoga selalu diberi kesehatan, dan keberkahan rezeki," ujar Nurpadila kepada relawan.

 

Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat bagi Nurpadila, Adik dan Neneknya, serta mendatangkan keberkahan bagi para donatur yang telah berpartisipasi dalam program ini.

 

Ayo kita selalu dukung aksi kebaikan para relawan dan juga program-program yang ada di Rumah Yatim dengan memberikan infaq, sodaqoh serta tunaikan zakat di rumah-yatim.org silahkan klik tombol donasi.

 


Author

img-author

Ridho Nur Hidayatulloh

1 bulan yang lalu